Kamis, 14 Desember 2017 | 23:58 WIB

  • News

  • Nasional

Komisi III: DPR Sambut Baik Pembentukan Densus Tipikor, Tapi...

Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto.
Istimewa
Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto mengatakan, persiapan pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kepolisian Republik Indonesia itu perlu dipertanyakan.

“Kami menyambut baik Densus Tipikor, namun dalam hal ini kami mau Polri menyiapkan perangkat serta aturan untuk memastikan Densus Tipikor itu benar-benar bersih dan bukan malah menjadi tempat praktik Tipikor yang baru,” kata Didik saat rapat kerja dengan Kapolri beserta jajaran di Gedung Nusantara II Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, pemberantasan korupsi memang bukan hanya tanggung jawab penegak hukum saja, namun juga seluruh anak bangsa, yang harus berperan meneguhkan diri memberantas korupsi. Meski demikian, harus dipahami dalam beberapa perkembangan dinamika politik khususnya pasca reformasi tuntutan publik terhadap institusi hukum semakin masif agar korupsi bisa dihentikan. 

“Kami mau Densus Tipikor melahirkan konsep yang transparan, akuntabel dan mudah diakses. Jangan hanya menuntut instansi lain untuk transparan. Densus Tipikor harus mampu menjawab keinginan publik melahirkan sistem yang transparan, akuntabel dan aksestabel,” tegas politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Dijelaskan Didik, sistem dan konsep kerja Densus Tipikor penting untuk membendung berbagai laporan masyarakat. Didik menegaskan, dalam penindakan korupsi, aparat tidak boleh lagi tebang pilih. Densus Tipikor harus mengelola berbagai laporan masyarakat dengan objektif, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kami berharap dengan hadirnya Densus Tipikor bisa ditekan, dan potensi lost keuangan negara bisa ditekan. Korupsi bukan soal mengembalikan uang negara, namun bagaiamana mengurangi lost keuangan negara,” tegas anggota dewan asal dapil Jawa Timur tersebut.

Diketahui sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian mengatakan terkait pembentukan Densus Tipikor, Porli sudah melakukan beberapa langkah diantaranya untuk struktur direncanakan Densus ini akan dipimpin oleh seorang bintang dua, serta akan dibentuk satgas-satgas Tipikor di wilayah.

“Jumlah kebutuhan personel 3560 personel ini bisa dipenuhi dari personel yang ada, sementara anggaran membutuhkan 2,6 triliun. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan KemenPAN/RB, dan hal ini juga sudah disampaikan kepada Presiden dua bulan lalu."

Pada saat yang sama, pihaknya juga memohon kepada Komisi III untuk mendukung mempercepat pembentukan Desus Tipikor serta pemenuhan anggaran, sarana dan prasarana pada saat rapat dengan pemerintah yang tengah dirancangnya itu. 

Kapolri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan KPK dan Kejaksaan Agung dalam hal pelatihan.  Sosialisasi juga sudah dilakukan dalam pencegahan, karena pihaknya menilai penangan tindak pidana korupsi tidak bisa hanya dengan penindakan tanpa diserta perbaikan sistem.

"Karena itu, kami juga telah melakukan kampanye anti korupsi  dengan menggerakkan semua jajaran,” papar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?