Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:30 WIB

  • News

  • Nasional

Ditawarkan Polri Satu Atap untuk Densus Tipikor, Kejagung Menolak

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Istimewa
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi III DPR gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam pertemuan tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginginkan agar Kejaksaan Agung (Kejagung) bergabung dengan Densus Tipikor. Hal itu berkaitan dengan adanya koordinasi yang langsung pembentukan tim khusus dari penuntut umum, yaitu Kejaksaan Agung. Tentu saja jika Kejagung  dapat bergabung dengan  Densus Tipikor, sehingga penanganan perkara akan lebih mudah.

"Kita sudah siapkan tempat satu atap di eks Polda Metro Jaya," kata Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian dalam rapat kerja dengan Komisi III di Gedung Nusantara III Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Menurutnya, jika tak bisa satu atap, dari Kejaksaan Agung perkaranya tak bolak-balik. Tito mengatakan, hal di atas sudah diterapkan di KPK. Dia juga ingin hal tersebut diterapkan di Densus Tipikor.

"Kelebihan di KPK koordinasi langsung tanpa mengurangi kewenangan kejaksaan. Ini tim kecil untuk penuntutan sehingga perkara tak bolak-balik," kata mantan Kapolda Papua itu. 

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Jaksa Agung M Prasetyo sudah menolak gabung dengan Densus Tipikor. Politikus partai nasDem itu, bahwa ada beberapa hal yang membuat pihaknya tidak dapat bergabung dengan Densus Tipikor. Salah satunya adalah soal pijakan hukum.

"Karena untuk menyatukan diri dengan Densus yang ada, terutama terkait independensi dan juga belum ada UU-nya sebagai dasar penyatuan itu," kata Prasetyo di gedung Nusantara II Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (11/10/2017) kemarin. 

Selain itu kata Prasetyo, pihaknya ingin menghindari ada anggapan nanti ini dianggap saingan KPK," paparnya beralasan.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?