Rabu, 13 Desember 2017 | 06:37 WIB

  • News

  • Lingkungan

Program Perhutanan Sosial dari KLHK, Kembalikan Peran dan Untungkan Petani

Program perhutanan sosial ditujukan untuk mengembalikan fungsi hutan menjadi hutan lindung.
World Wild Life Fund
Program perhutanan sosial ditujukan untuk mengembalikan fungsi hutan menjadi hutan lindung.

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Nomor P.39 /MenLHK/Setjen/Kum. 1/6/2017 tentang Perhutanan Sosial di Wilayah Kerja Perum Perhutani, terus disosialisasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Erna Rosdiana menjelaskan fungsi dari P.39, yaitu sebagai dukungan terhadap program perhutanan sosial, yang ingin mengembalikan fungsi hutan kembali menjadi hutan lindung, dengan peningkatan peran petani dan masyarakat.

"Kan ini penghidupan masyarakat jadi kita cari titik tengah, penghidupan masyarakat tetap terakomodir dan fungsi hutan kita kembalikan. Oleh karena itu dengan P.39, sebenarnya kita ingin mengembalikan fungsi hutan secara bertahap dan menghasilkan, bukan diberhentikan," kata Erna, seperti dilansir dari laman PPID KLHK, Jumat (13/10/2017).

Salah satu petani dari Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat, yang bernama Jaja, mengaku sangat mendukung P.39 karena sangat berpihak kepada rakyat. "Pokoknya saya dukung P.39, program ini sangat menguntungkan kami, dan kami bahagia kalo program ini jadi," ujar Jaja.

P.39 diterapkan terhadap lahan yang fungsi hutannya kurang dari 10 persen. Adapun tanaman yang disarankan untuk ditanam adalah kopi, kayu putih, dan alpukat. Untuk penanaman sayur sendiri tidak disarankan, namun apabila warga masih membutuhkan tidak boleh lebih dari 20 persen.

Dalam hal ini, masyarakat diharuskan untuk menanam tumbuhan berkayu yang dapat menjaga fungsi lahan sebagai pengatur tata air dan pencegah longsor.

Selain itu, P.39 merupakan upaya pemerintah dalam pemanfaatan kawasan, pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu dalam hutan tanaman, pemanfaatan air, energi air, jasa wisata alam, sarana wisata alam, penyerapan dan penyimpanan karbon, serta penyimpanan di hutan produksi dan lindung.

Pemanfaatan kawasan hutan di wilayah kerja Perum Perhutani ini, tidak lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, fungsi pelestarian hutan dan upaya menyejahterakan rakyat dapat berjalan dengan seimbang.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?