Rabu, 13 Desember 2017 | 10:28 WIB

  • News

  • Kesehatan

Menolak Vaksin MR Denda Rp 700 miliar, Kemenkes: Hoax

Pentingnya vaksin campak dan rubella bagi anak-anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun.
ABCnet
Pentingnya vaksin campak dan rubella bagi anak-anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Masih terkait ancaman denda hingga Rp 700 miliar bagi warga yang menolak vaksin measles rubella (MR). Kali ini komentar datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Direktur Surveillance dan Karantina Kesehatan Dirjen P2P dari Kementerian Kesehatan, dr  Elizabeth Jane Soepardi membantahnya.

Menurut Jane tugas tenaga kesehatan hanya memberikan pelayanan dan tidak dapat mengancam.

"Itu hoax, emangnya tenaga kesehatan orang hukum," kata Jane, seperti data yang diterima wartawan, Jumat (13-10-2017).

Sebelumnya, Komunitas Halal Corner pada Kamis (12/10) mendatangi Majelis Ulama Indonesia mengadu terkait program vaksin campak rubella (MR) dari pemerintah.

Salah satu hal yang dibahas adalah adanya ancaman denda hingga Rp 700 miliar bagi warga yang menolak vaksin.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa ancaman berupa Rp 700 miliar itu saya ada buktinya. Itu ancamannya dari pihak nakes (tenaga kesehatan) dan ada dari pihak pemerintah daerah setempat bahwa jika tidak mengikuti vaksin," kata pendiri Halal Corner Aisyah Maharani.

Dalam pertemuan dengan MUI Aisyah sendiri menunjukkan bukti apa yang tampak seperti surat perjanjian.

Dalam surat tersebut ditulis bahwa warga yang bersangkutan bersedia menanggung kerugian negara Rp 700 miliar bila ada kejadian luar biasa dengan penyakit campak dan rubella.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?