Rabu, 13 Desember 2017 | 10:28 WIB

  • News

  • Kesehatan

KPSI: Perundungan di Medsos Jadi Stigma Sangat Besar Bagi ODGJ

Perundungan di Media Sosial terhadap ODGJ menjadi stigma yang sangat besar.
Medical Daily
Perundungan di Media Sosial terhadap ODGJ menjadi stigma yang sangat besar.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seperti diketahui, akhir-akhir ini di media sosial (medsos) sempat banyak terjadi perundungan pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebut saja kasus orang yang melakukan siaran langsung tindak bunuh diri, orang yang mengaku nabi dan orang yang memaksa memasuki Istana Negara.

Menanggapi hal itu, Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Bagus Utomo menyampaikan keprihatinannya. Menurut Bagus, sebetulnya hal seperti itu bukan sesuatu yang asing bagi pihaknya, karena dari dulu sebetulnya kasus seperti itu sudah banyak terjadi.

"Tetapi karena penggunaan medsos saat ini sedang marak, orang mulai banyak yang memberi respon, salah satunya cyber bullying. Inilah stigma yang ada di masyarakat kita yang masih sangat besar pada ODGJ," kata Bagus baru-baru ini pada netralnews.com.

Menurut Bagus, di sisi lain ini juga sebetulnya suatu bukti bahwa upaya pemerintah dalam mengkampanyekan kesehatan jiwa masih sangat minim. Karena itulah masyarakat akhirnya masih banyak yang menghakimi daripada memberikan dukungan dan berusaha berempati, kata Bagus.

Diakui Bagus, pihaknya kerap membangun komunikasi via pesan pribadi di medsos dalam menanggapi unggahan ODGJ yang dianggap berisiko kontroversi. Kata Bagus, dengan cara itu, pihaknya juga tidak terperangkap akan sulutan kata-kata perundungan dari warganet lain.

"Kalau selama ini yang dilakukan adalah di inbox. Kami coba pancing alamatnya di mana dan mencoba dihubungkan ke layanan kesehatan terdekat," kata Bagus.

Maka dari itu, Bagus berharap para warganet dapat saling menumbuhkan simpati dan juga empati pada ODGJ. Selain itu, ketika berhadapan dengan ODGJ di medsos, Bagus juga mengimbau masyarakat untuk mau membantu menghubungi layanan  kesehatan.

"Tidak ada orang mau bunuh diri, niat banget mau bunuh diri tanpa ada sebab musabab, itu tidak mungkin. Kita juga sudah terbiasa kadang melihat komedi di TV dan isi nya itu kebanyakan bullying. Komedi ini harusnya naik kelas, jangan bully fisik dan lainnya," tukas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?