Rabu, 13 Desember 2017 | 06:34 WIB

  • News

  • Religi

Ini Alasan MUI Dukung Pelaksanaan UU Jaminan Produk Halal

Sejak 1989, ketika MUI mulai melakukan sertifikasi halal atas produk-produk usaha.
Pena Tangerang
Sejak 1989, ketika MUI mulai melakukan sertifikasi halal atas produk-produk usaha.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungannya pada pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) oleh Kementerian Agama selaku penerima mandat undang-undang tersebut.

Menurut anggota Komis Fatwa MUI Aminuddin Yakub, ada dua alasan kenapa MUI mendukung pelaksanaan UU JPH. Pertama, UU ini lahir atas inisiatif MUI. Kedua, dengan UU ini, maka  tujuan MUI untuk melindungi umat Islam dari mengonsumsi produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik yang tidak halal bisa tercapai.

"Sejak 1989, ketika MUI mulai melakukan sertifikasi halal atas produk-produk usaha, tujuannya adalah untuk melindungi umat dari konsumsi yang tidak halal dan UU ini lahir atas inisiatif MUI. MUI mendukung sekali pelakasnaan UU ini," kata Amin, seperti dalam laporan tertulis yang redaksi terima dari Humas Kemenag, Jumat (13/10/2017).

Kata Amin, kalau dulu kewenangan halal yang ada di bawah pengelolaan MUI hanya bersifat sukarela (volunteer), maka dengan adanya UU ini, pada 2019 nanti halal akan menjadi sebuah kewajiban atau mandatory. Maka hal ini harus dikelola lembaga yang lebih besar otoritasnya, dan dalam hal ini adalah Kemenag.

Amin menegaskan bahwa MUI tetap berperan penting dan startegis dalam pelaksanaan sertifikasi halal. Berdasarkan  UU JPH, setidaknya ada tiga kewenangan utama MUI, yaitu penetapan halal, justifikasi para auditor Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan akreditas LPH.

“Kalau dulu LPH hanya satu, yaitu Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), ke depan perguruan tinggi dan ormas terbuka untuk membuat LPH. Jadi tidak hanya satu,” tandas Amin.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?