Sabtu, 25 November 2017 | 07:07 WIB

  • News

  • Nasional

Elemen Masyarakat Jawa Barat Dukung Dedi Mulyadi Jadi Calon Gubernur Jawa Barat

Sejumlah elemen masyarakat mendeklarasikan dukungan kepada Dedy Mulyadi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat.
Sejumlah elemen masyarakat mendeklarasikan dukungan kepada Dedy Mulyadi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat.

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Baraya Sunda Nusantara, Relawan Beringin Bersatu dan Front Pembela Indonesia mendeklarasikan dukungan kepada Dedy Mulyadi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat agar bisa bertarung  pada Pilkada Juni 2018 mendatang.

Sugeng Teguh Santoso, Ketua Front Pembela Indonesia menilai Dedi Mulyadi adalah figur yang tepat memimpin Jawa Barat yang masyarakatnya plural. “Sudah teruji, Kang Dedi telah berhasil memimpin 10 tahun Kabupaten Purwakarta dengan kebijakan pembangunan yang berkeadilan dan melayani masyarakat tanpa diklskriminasi," ungkap Sugeng.

Sugeng yang saat ini maju sebagai Calon Walikota Bogor menegaskan bahwa Indonesia, Jawa Barat khususnya tengah diuji dengan terus meningkatnya aksi dan sikap intoleransi kelompok masyarakat. “Kang Dedi telah terbukti dalam kepemimpinannya di Kabupaten Purwakarta melindungi seluruh golongan masyarakat, menghormati perbedaan dan berkomitmen penuhn merawat Pancasila sebagai ideologi Bangsa," jelasnya.

Seperti diketahui, Partai Golkar sendiri telah resmi mengusung Ridwan Kamil untuk menjadi calon Gubernur Jawa Barat pada priode 2018-2023. Padahal Dedi yang dikenal sebagai Bupati Purwakarta itu dikenal sebagai salah satu budayawan Sunda serta memiliki figur kepemimpinan yang agamais, nasionalis kultural dan sudah teruji memimpin sebagai kepala daerah selama 10 tahun. 

Dan, yang terpenting, ucap Sugeng, Dedi adalah ketua DPD Golkar Jawa Barat. "Dedi Mulyadi merakyat, peduli pada rakyat miskin dan termarjinalkan. Selain itu, dia juga memiliki empati dan kepekaan yang tinggi pada masalah sosial kemasyarakatan serta memiliki jiwa kebersamaan yang toleran, menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan Bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," terang Sugeng.

Ketiga Ormas di Bogor itu menilai sikap pragmatisme yang ditunjukkan partai politik dalam kontekstasi pilkada dapat memperburuk makna politik yang sesungguhnya. Sikap pragmatisme itu diusung hanya semata-mata untuk memenangkan kontekstasi tanpa memperhatikan aspirasi dan kapasitas kader. Kondisi ini diperparah karena partai politik hanya mengacu pada hasil survey yang bisa saja memuat kepentingan tertentu.

Pilkada yang akan digelar pada Juni 2018 mendatang di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Jawa Barat akan menjadi acuan penting mengukur kualitas Pemilu Legislitif dan Presiden di tahun 2019. Dengan dasar inilah ketiga Organisasi Masyarakat peduli dan menyatakan sikapnya melalui deklarasi dukungan kepada Dedi Mulyadi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat mendatang.

Selain itu, ketiga Ormas yang berbasis di Jawa Barat ini menilai paradigma Partai  Politik dalam kontestasi Pilkada Jawa Barat dapat menyebabkan soliditas dan solidaritas kadernya menjadi rapuh. Keputusan Partai Politik yang mengabaikan aspirasi masyarakat menjadi angkuh dengan mempertontonkan perilaku politik yang tidak sehat kepada masyarakat. Proses politik dijalankan dengan mengabaikan hak partisipasi, masyarakat dibiarkan menjadi penonton dalam kontekstasi para calon dalam pemilukada tanpa diberikan alternatif dan kebebasan memilih calonnya.

Menurut Sugeng, di Jawa Barat, Partai Golkar telah mempertontonkan secara kasat mata sikap pragmatisme tersebut. Karena pemaknaan politik sempit yang hanya semata-mata untuk kemenangan yang diramalkan oleh lembaga-lembaga survey. Partai Golkar telah meninggalkan Kader terbaiknya Dedi Mulyadi yang telah mengabdi untuk Bangsa dan teruji koyalitasnya kepada Partai.

"Kami, masyarakat dan Ormas di Jawa Barat menilai Dedi Mulyadi adalah figur yang tepat memimpin Jawa Barat sebagai Gubernur pada Pilkada 2018," jelas Sugeng dalam siaran pers yang diterima Netralnews.com, Selasa (14/11/2017).

Dekalarasi dukungan kepada Dedi Mulyadi ini  dilakukan di Joglo Parakan Salak Kabupaten Bogor yang dihadiri ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat dengan latarbelakang profesi diantaranya, Pengurus Ormas, Advokat, Guru, Pedagang Kaki Lima, Aktivis, Budayawan dan Seniman, Minggu (12/11/2017) lalu.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?