Sabtu, 25 November 2017 | 07:05 WIB

  • News

  • Nasional

Soal Calon Panglima TNI, Komisi I: Jangan Mendikte Presiden! 

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha (kanan).
Istimewa
Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha (kanan).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha berharap, proses pergantian Panglima TNI tak harus disertai upaya mendikte Presiden Joko Widodo untuk memilih figur dari matra tertentu. 

Menurutnya, upaya untuk mendorong Presiden Jokowi agar memilih calon Panglima TNI dari matra tertentu justru patut dicurigai.

“Itu kan hak prerogatif presiden, yakin kalau ada arah ke matra lain patut dicurigai apakah berkeinginan untuk mengadu-adu sesama matra di TNI?” kata Syaifullah Tamliha kepada wartawan di Komplek Parlemen, Selasa (14/11/2017). 

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, apakah nantinya Presiden Jokowi akan memilih Panglima TNI dari matra udara, hal tersebut akan ditentukan pada kebutuhan dan tantangan angkatan bersenjata ke depan. Namun, kata Syaifullah, keputusan terakhir tetap pada presiden.

“Kalau menghendaki AU misalnya, ya silakan itu hak prerogatif presiden. Nanti akan dikirim ke DPR, kemudian akan dibawa ke paripurna. Kemudian dibawa ke Komisi I untuk dilakukan capable test terhadap calon Panglima TNI,” imbuhnya.

Menurut Syaifullah, Presiden Jokowi pasti akan memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan calon Panglima TNI. Sebab, tantangan ke depan tidak hanya diukur untuk dua atau tiga tahun saja. Namun, yang harus diukur itu 50 sampai 100 tahun yang akan datang, ujarnya. 

Lanjut dia, jika pertimbangan Presiden Jokowi adalah untuk kepentingan soal pemilu, tentu figur Panglima TNI yang lebih tepat dari TNI AD. Hal itu karena masalah tersebut bersentuhan langsung dengan TNI Angkatan Darat. 

Meski demikian, bila melihat tantangan bagi Indonesia yang sedang mengembangkan pesawat bersama Korea Selatan, maka figur yang lebih tepat adalah dari TNI AU. Demikian pula jika orientasinya pada poros maritim, maka figur yang tepat dari TNI AL Jadi, sama-sama pentingnya, jadi, jangan diadu domba,” tegas Syaifullah. 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?