Selasa, 21 November 2017 | 07:45 WIB

  • News

  • Lingkungan

Musim Hujan di Kupang Lebih Awal dari Prakiraan Sebelumnya

Musim hujan di wilayah Kupang, NTT, datang lebih awal disebabkan karena adanya pola siklonik di timur laut NTT.
Shutterstock
Musim hujan di wilayah Kupang, NTT, datang lebih awal disebabkan karena adanya pola siklonik di timur laut NTT.

KUPANG, NETRALNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang melaporkan musim hujan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) datang lebih awal dari prakiraan sebelumnya.

"Prediksi Stasiun Klimatologi Kupang, awal musim hujan baru terjadi pada dasarian 3 November hingga dasarian 1 Desember 2017," kata Duty Forecaster El Tari Kupang, Ni Putu Nonik di Kupang, Rabu (15/11/2017), terkait hujan yang mulai menguyur Kota Kupang dan sekitarnya.

Berdasarkan prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Kupang, Kota Kupang masuk dalam sepuluh zona musim (ZOM) yang awal musim hujannya pada dasarian 3 November hingga dasarian 1 Desember 2017.

Daerah yang masuk dalam 10 ZOM ini meliputi Nagekeo, Ende bagian utara, Sikka bagian barat dan utara, Flores Timur bagian barat laut, Adonara, Solor, Alor, Pantar, Lembata, Sumba Timur/Sumba Tengah bagian utara, Sabu, Rote Ndao, Kota Kupang, Kupang bagian barat, Timor Tengah Selatan/Belu bagian selatan.

Menurut dia, musim hujan datang lebih awal ini disebabkan karena adanya pola siklonik di timur laut Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, prakirawan dari BMKG Stasiun El Tari Kupang, Maria Patricia Seran menambahkan, dari pergerakan angin, terjadi pertemuan belokan angin di atas wilayah NTT sehingga menyebabkan pertumbuhan awan dan potensi hujan di sekitar NTT.

"Perlu saya tambahkan bahwa dari analisa pola streamline terlihat adanya pola konvergensi pertemuan massa udara dari Laut Timor karena adanya daerah tekanan rendah," katanya, seperti dilansir dari laman Antara.

Selain itu, massa udara dari Australia serta terjadinya pola 'shearline' pembelokan angin tepat diatas wilayah pulau Timor, katanya menjelaskan.

Kondisi ini yang dapat menyebabkan pembentukan awan-awan konvektif penghasil hujan deras disertai angin kencang maupun angin puting beliung, katanya menambahkan.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?