Selasa, 21 November 2017 | 07:54 WIB

  • News

  • Kesehatan

Awas, Balita Gunakan Gawai Bisa Kena Kanker Otak

Sub Bagian Ginekologi Onkologi Departemen Obgin RSPAD Gatot Soebroto, Dr Toto Imam SpOG (K).
Netralnews/Martina Rosa
Sub Bagian Ginekologi Onkologi Departemen Obgin RSPAD Gatot Soebroto, Dr Toto Imam SpOG (K).

BEKASI, NETRALNEWS.COM - Sub Bagian Ginekologi Onkologi Departemen Obgin Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Dr Toto Imam SpOG (K) mengatakan, balita yang menggunakan gawai (gadget) secara langsung ke telinga bisa mengidap kanker otak.

Menurut Toto, hal ini terjadi akibat adanya pancaran sinar radiasi dari gawai yang begitu kuat bagi balita. Secara sederhana, radiasi dari gawai ternyata bisa lewat melalui telinga untuk kemudian memapar seluruh daerah otak balita.

"Kalau orang dewasa teleponan pakai gawai langsung dari telinga, yang terpapar radiasi paling sekitar gawai dan telinganya. Tetapi kalau balita yang teleponan menggunakan gawai langsung ke telinga, radiasi jelas memapar seluruh otak balita" jelas Toto saat Seminar Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Organ Reproduksi Wanita di Ruang Serba Guna Rumah Sakit Hermina Bekasi, Rabu (15/11/2017).

Pernyataan ini disampaikan Toto, pasalnya berdasar laporan rekannya sesama dokter menyatakan bahwa insiden kanker otak angkanya meningkat. Sehingga disarankan ketika menggunakan gawai pada anak untuk memanfaatkan mode loudspeaker.

Untuk diketahui, radiasi adalah salah satu penyebab terjadinya kanker dari segi lingkungan selain bahan kimia dan virus. Selain itu, penyebab kanker lainnya adalah faktor genetik, kombinasi dan ada pula andil dari faktor yang tidak jelas asal muasalnya.

Lebih lanjut Toto menjelaskan, bahwa kanker adalah penyakit yang bukan berasal dari Tuhan melainkan dari ulah manusia, akibat gaya hidup.

Kanker adalah tumor ganas yang berkembang sebagai jaringan baru atau disebut neoplasma. Jaringan baru ini tumbuh secara kacau dan tidak terkoordinasi.

"Kanker juga memiliki sifat mampu menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain dan akan mempengaruhi daya hidup. Jadi kalau kanker semakin menyebar, daya hidup akan semakin turun," tukasnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?