Selasa, 21 November 2017 | 07:53 WIB

  • News

  • Lingkungan

Longsor Rusak Sekolah, Siswa Terpaksa Menumpang Belajar

Longsor yang terjadi di Cianjur menyebabkan ratusan rumah rusak.
Dok. BNPB
Longsor yang terjadi di Cianjur menyebabkan ratusan rumah rusak.

CIANJUR, NETRALNEWS.COM - Dua ratusan lebih siswa SMPN 3 Sukaresmi di Kampung Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa menumpang belajar ke SDN Chandra Kusuma karena bangunan sekolahnya dipasang garis polisi untuk menghindari korban jiwa karena pergerakan tanah.

"Pemasangan garis polisi dilakukan Polsek Sukaresmi disaksikan Camat Sukaresmi, kepala sekolah, guru dan pelajar, hal tersebut untuk menghindari korban jiwa akibat pergerakan tanah yang terus meluas dan semakin dalam," kata Camat Sukaresmi Aris Haryanto saat dihubungi Rabu (15/11/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya resmi menutup sekolah tersebut setelah berdiskusi dengan unsur muspika dan dinas terkait di Pemkab Cianjur. Pertimbangan yang dilakukan karena sekolah tersebut berada di zona merah longsor dan pergerakan tanah.

"Setelah tiga ruangan ambruk, kemarin terjadi lagi retakan di kelas 9. Sehingga kami terpaksa menutup sekolah. Sedangkan kegiatan belajar akan dipindahkan ke SDN Chandra Kusumah yang tidak jauh dari lokasi SMPN 3 Sukaresmi," katanya.

Pihaknya ungkap dia, telah melaporkan hal tersebut ke Bupati Cianjur, termasuk rencana relokasi ke lahan baru. Bahkan warga sudah setuju lapangan sepakbola di Rawabelut, untuk dijadikan tempat pembangunan sekolah yang baru.

"Saya dapat informasi bupati ingin secepatnya dilakukan pembangunan sekolah baru. Rencananya akan dibangun satu unit sekolah baru dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar. Harapan kami dalam bulan ini juga pengerjaannya sudah dimulai," katanya, dilansir Antara.

Aep Saepudin guru SMPN 3 Sukaresmi, mengatakan, setelah ambruk tiga ruangan kelas di SMPN 3 Sukaresmi, kegiatan belajar mengajar sempat diliburkan. Sejak hari ini, seluruh kelas dipasangin garis polisi dan proses belajar mengajar dilakukan di SDN Chandra Kusuma.

"Harapan kami segera dibangun sekolah baru di tempat yang sudah disepakati. Saat ini proses belajar mengajar menumpang di SDN Chandra Kusuma, siswa masuk siang dan pulang sore," katanya.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?