Selasa, 21 November 2017 | 07:50 WIB

  • News

  • Pendidikan

Tingkatkan Mutu Busana dari SMK, Kemendikbud Bikin Workshop

Workshop Penyelarasan SMK Kompetensi Keahlian Tata Busana.
Workshop Penyelarasan SMK Kompetensi Keahlian Tata Busana.

KUDUS, NETRALNEWS.COM - Industri fesyen di Indonesia tengah giat dikembangkan bersama, seiring dengan target menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen dunia. Untuk menunjang pertumbuhan industri fesyen di tanah air dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang andal dan memiliki keahlian yang mengikuti perkembangan industri fesyen yang dinamis, termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat digital.

Hal tersebut menantang institusi pendidikan di bidang fesyen, antara lain Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) progam Tata Busana untuk menetaskan SDM yang dapat memenuhi kebutuhan industri fesyen Peningkatan mutu SMK bidang Tata Busana yang mencakup tenaga pendidik, kurikulum, pola pendidikan, serta didukung oleh infrastruktur yang memadai, diharapkan dapat menghasilkan SDM yang lebih terampil dan berkualitas, sehingga potensi dalam industri fashion dapat menjadi peluang serta solusi atas masalah keterbatasan lapangan kerja di Indonesia.

Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Dit. PSMK Kemendikbud, Ir. Sri Puji Lestari, MM,  mengatakan untuk mendukung peningkatan mutu tenaga pendidik SMK bidang Tata Busana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Direktorat Pembinaan SMK yang kembali didukung oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan “Workshop Penyelarasan SMK Kompetensi Keahlian Tata Busana Tahun 2017 (Revitalisasi SMK)” yang berlangsung pada tanggal 13-17 November 2017 di Hotel Griptha, Kudus, Jawa Tengah.

Menurut Sri Puji, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu pilar dalam Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. Melalui program ini, kami berharap para guru bidang Tata Busana di SMK dapat meningkatkan kemampuan serta memperbaharui kompetensi yang dimiliki sesuai tuntutan terkini dunia usaha, khususnya industri fesyen.

“Penguasaan kompetensi tersebut tentunya akan berimbas pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Outcome dari program ini, siswa SMK akan dibekali dengan kompetensi terkini yang memacu kreativitas untuk mendesain fashion sesuai trend, berikut kemampuan untuk mengembangkan kewirausahaan,” papar Sri Puji, dalam siaran persnya, Rabu (15/11/2017).

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?