Selasa, 21 November 2017 | 07:39 WIB

  • News

  • Pendidikan

Hasilkan Busana Siap Pakai Selera Pasar 100 Guru Ikut Workshop

Sebanyak 100 tenaga pengajar SMK ikut workshop.
DjarumFoundation
Sebanyak 100 tenaga pengajar SMK ikut workshop.

KUDUS, NETRALNEWS.COM – Untuk menghasilkan busana siap pakai dan memenuhi kebutuhan industri fesyen, 100 tenaga pengajar SMK di Kudus ikut workshop.

Workshop ini ditujukan untuk 140 pendidik yang merupakan perwakilan dari SMK bidang Tata Busana yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang telah digelar sebelumnya pada tanggal 16-18 November 2016 yang diikuti oleh 100 pengajar SMK Tata Busana di Indonesia.

Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Dit. PSMK Kemendikbud, Ir. Sri Puji Lestari, MM, menjelaskan melanjuti workshop sebelumnya yang menekankan pada materi pengembangan kreativitas atau desain, materi kali ini meliputi seluruh sektor dalam ekosistem industri fashion, mulai dari desain, produksi, hingga pemasaran.

Para mentor workshop ini merupakan praktisi berpengalaman di industri fashion yang akan memberikan materi dan praktik pembuatan koleksi, mulai dari tahap pengembangan konsep dan desain, penerapan Indonesia Trend Forecasting, perumusan tema koleksi, produksi yang termasuk pembuatan pola, potong, dan jahit, serta tak ketinggalan pengayaan strategi costing dan marketing.

Ketua Program Edukasi Kegiatan Workshop Dina Midiani, mengatakan selama ini, materi pembelajaran di SMK Tata Busana tidak mengenalkan seluruh proses dalam ekosistem industri fashion. Umumnya hanya menekankan pada hal teknik seperti pembuatan pola dan penjahitan dan desain yang diperkenalkan pun berupa busana malam bergaya karnaval atau ekstravaganza, sehingga mayoritas lulusan SMK terbatas menjadi penjahit atau menerima pesanan jahitan.

“Sedangkan industri fesyen yang sebenarnya memproduksi ready to wear yang mengikuti trend serta punya daya pakai dan jual yang tinggi. Untuk itulah, program workshop ini diarahkan pada pengayaan materi dan praktik untuk menghasilkan produk fashion secara industri, yaitu ready to wear. Dengan begitu dapat memberikan wawasan dan ketrampilan baru kepada para pengajar SMK Tata Busana untuk ditransfer kepada siswa ajarnya agar siap terjun dalam industri fashion,” tutur Dini, dalam siaran persnya, Rabu (15/11/2017).

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?