Selasa, 21 November 2017 | 07:42 WIB

  • News

  • Nasional

Bawaslu Gelar Sidang Pembacaan Putusan 10 Laporan Parpol

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Coveasia
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar sidang pembacaan putusan terhadap 10 laporan yang diproses oleh Bawaslu di Ruang Sidang Gedung Bawaslu, Jakarta pusat, Rabu (15/11/2017).

Ketua Bawaslu RI Abhan menegaskan, dalam proses mengeluarkan putusan ini, Bawaslu tidak terintervensi dengan pihak manapun.

"Kami pastikan tidak ada intervensi karena Bawaslu menjaga integritas lembaga guna mewujudkan keadilan Pemilu," kata Abhan.

Menurutnya, pembacaan putusan terhadap 10 laporan ini digelar setelah melalui berbagai rangkaian proses penanganan pelanggaran administrasi Pemilu 2019.

Kesepuluh laporan tersebut yakni laporan Nomor 001/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (PKPI kepengurusan Hendro Priyono), Nomor 002/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Partai Idaman), Nomor 003/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (PBB), Nomor 004/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Partai Bhineka Indonesia), Nomor 005/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017, (PKPI kepengurusan Haris Sudarno), Nomor 006/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia).

Kemudian Nomor 007/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Partai Republik). Nomor 008/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Partai Rakyat), Nomor 009/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Parsindo), dan Nomor 010/ADM/BWSL/PEMILU/X/2017 (Partai Indonesia Kerja).

Dalam proses sidang yang berlangsung setiap hari selama hari kerja sejak Rabu (1/11/2017) tersebut, Bawaslu mendengarkan keterangan dari pelapor, terlapor, saksi dan ahli yang didatangkan oleh pelapor, serta ahli yang didatangkan oleh Bawaslu.

Bawaslu menghadirkan Ahli Hukum Adminstrasi Negara Riawan Tjandra dan Ahli Teknologi Informasi (TI) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Hasyim Gautama. Dua ahli tersebut memberikan pandangannya terkait berbagai persoalan yang menjadi pokok-pokok laporan.

Sidang pembacaan putusan pelanggaran administrasi Pemilu diagendakan dilaksanakan pukul 15.30 WIB dengan mengundang pelapor, terlapor, dan seluruh pihak terkait

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?