Selasa, 21 November 2017 | 07:50 WIB

  • News

  • Nasional

Ini Tanggapan Presiden Jokowi soal Pemanggilan Ketua DPR oleh KPK 

Presiden Joko Widodo usai membuka kongres ke-20 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado
Setpres
Presiden Joko Widodo usai membuka kongres ke-20 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado

MANADO, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan sebagai kepala pemerintahan dirinya memiliki prinsip menyerahkan semua persoalan hukum kepada peraturan yang berlaku. Pernyataan itu menjawab pertanyaan wartawan seputar masalah yang dihadapi oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang pemanggilan pemeriksaan Ketua DPR oleh KPK harus mendapat izin Presiden, dia pun menjawab, bahwa semua sudah diatur menurut Undang-Undang (UU).  

“Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” kata Presiden Joko Widodo usai membuka kongres ke-20 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manado, Rabu (15/11/2017).

Seperti diketahui, Setya Novanto kembali mangkir dalam pemanggilan pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/11/2017). Novanto sedianya bakal diperiksa sebagai tersangka kasus e-KTP.

Terkait ketidakhadiran Ketua Umum Partai Golkar tersebut, KPK Bakal mempertimbangkan langkah selanjutnya.

"Tapi kalau beliau tidak hadir ya kita evaluasi dulu ya. Nanti 5 pimpinan membicarakan ini, langkah-langkah berikutnya mungkin akan diambil," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Rabu (15/11/2017).

Salah satu opsi yang kemungkinan diambil yaitu pemanggilan kedua. Mengenai pemanggilan kedua terhadap Novanto, dirinya mengatakan akan secepatnya dilakukan.

Sebelumnya Novanto tampak berada di rapat paripurna DPR. Novanto mengaku ada rapat pimpinan (rapim) sehingga tidak bisa memenuhi panggilan KPK.

"Ada rapim (rapat ppimpinan) ya, pimpinan-pimpinan. Ya ini kan rapim penting karena program-program awal harus kita lakukan ya dan tugas-tugas negara harus kita selesaikan," ujar Novanto.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?