Rabu, 13 Desember 2017 | 10:21 WIB

  • News

  • Nasional

Ruhut: Bagi Saya Pak Jokowi adalah Alfa, Dia Penyelamat Indonesia

Ruhut  Sitompul
NNC/Toar Sandy
Ruhut Sitompul

JAKARTA, NNC - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terlalu tangguh untuk calon kompetitornya yang akan bertarung di Pilpres 2019 mendatang. Hal itu yang tergambar dalam survei Indo Barometer beberapa hari lalu, dimana tingkat elektabilitas Jokowi jauh di atas lawan-lawannya.

Menanggapi hal tersebut, politisi Ruhut Sitompul mengatakan, alasan Jokowi memuncaki hasil survei karena masyarakat melihat sosoknya sebagai pemimpin yang melayani, jujur, rendah hati, berani dan tegas.

"Kenapa Pak Jokowi jauh di atas? karena beliau orangnya melayani, beliau rendah hati, jujur, beliau tidak pernah jaim, beliau berani dan tegas, karena itu rakyat senang dengan Pak Jokowi," kata Ruhut kepada NNC, Rabu (6/12/2017).

Bahkan, bagi Ruhut, Jokowi adalah Alfa atau yang pertama, dan sebagai penyelamat bangsa. "Karena itu Pak Jokowi di mata gue adalah Alfa. Dia itu Alfa. Penyelamat Indonesia," tandas loyalis Jokowi itu.

Sebelumnya, hasil survei Indo Barometer yang terbaru menunjukkan elektabilitas Jokowi menempati posisi teratas sebagai calon presiden 2019, dengan meraih 34,9 persen suara responden, jauh di atas rival beratnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang hanya meraih 12,1 persen.

Sementara di posisi ketiga ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 3,6 persen, kemudian disusul mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 3,3 persen, dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Ridwan Kamil 2,8 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 2,5 persen.

Tak hanya itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam paparan hasil survei, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (3/12/2017) menyebut, sebanyak 61,8 persen responden juga menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden.

"Mayoritas publik, 61,8 persen, menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden untuk periode 2019-2024. Yang tidak menginginkan kembali 23,6 persen. Dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 14,7 persen," kata Qodari.

Survei Indo Barometer dilakukan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner pada 15-23 November 2017. Metode penarikan sampel menggunakan multistage random sampling. Responden berjumlah 1.200 orang berusia 17 tahun atau lebih dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Margin of error plus-minus 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?