Rabu, 13 Desember 2017 | 10:23 WIB

  • News

  • Lingkungan

Begini Cara Kerja Tim SAR Gabungan Hadapi Ancaman Erupsi Gunung Agung

Kesiapsiagaan Tim SAR gabungan menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung.
BNPB
Kesiapsiagaan Tim SAR gabungan menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung.

KARANGASEM, NNC – Memasuki hari ke-11 setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status level IV Gunung Agung pada pukul 06.00 waktu setempat, kesiapsiagaan personel di lapangan tetap tinggi.

Kesiapsiagaan itu antara lain penempatan tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) di beberapa titik strategis. Titik strategis tersebut memperhitungkan kemudahan akses dan keselamatan, baik personel maupun warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan secara khusus, kendali operasi untuk SAR berada di bawah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau biasa dikenal sebagai Basarnas. Dalam penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, Basarnas bersama mitra kerja lain mendirikan pos aju.

“Pos aju ini merupakan pos yang terdekat dengan kawasan berbahaya dan terletak di titik yang sudah diperhitungkan secara matang  response time untuk evakuasi,” ujar Sutopo, dalam siaran persnya, Kamis (07/12/2017).

Sutopo menambahkan, Basarnas dan mitra kerja lain sebagai Tim SAR gabungan telah mendirikan pos aju di 4 titik, yaitu Rendang, Selat, Les, dan Jasri. Hanya Les yang berada di kabupaten lain, Buleleng. Sementara pos lainnya berada di Kabupaten Karangasem. Pos aju ini biasanya berkekuatan 30 – 50 personel Tim SAR gabungan.

Selain berkekuatan personel, mereka dilengkapi dengan armada dan perlengkapan evakuasi, seperti ATV (All Terrain Vehicle), truk dan tandu.

Cakra, personel Basarnas, menyebutkan bahwa pihaknya dibantu sejumlah personel yang disebut sebagai potensi SAR. Saat ditemui di Pos Basarnas yang berada di lingkungan Pos Komando (Posko) Tanah Ampo pada Kamis siang (7/12), Cakra mengatakan bahwa potensi SAR tersebut berasal dari beberapa instansi seperti TNI, Polri, PMI, maupun organisasi masyarakat. Kekuatan Basarnas berjumlah 58 yang berasal dari Denpasar dan Surabaya.

“Hari ini (7/12) sejumlah 217 personel siaga yang tersebar di 4 pos aju. Kami juga dilengkapi dengan 2 unit ATV yang siap digerakkan.”

Mengantisipasi situasi buruk, Tim SAR gabungan telah mempelajari mengenai jalur evakuasi yang dipersiapkan. “Ketika mereka berada di lapangan untuk memonitor, mereka sekaligus mempelajari jalur evakuasi,” jelas Cakra.

Tim SAR memanfaatkan radio komunikasi dari Orari dan internal Basarnas untuk memonitor situasi di lapangan. Apabila mereka mendapatkan situasi krisis, yaitu letusan, Tim SAR dapat segera dimobilisasi untuk mengevakuasi warga yang masih tinggal di wilayah-wilayah yang berbahaya.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?