Rabu, 13 Desember 2017 | 10:21 WIB

  • News

  • Lingkungan

Tantangan Tim SAR Hadapi Erupsi Gunung Agung

Tantangan yang dihadapi tim SAR sangat tinggi saat ada bencana.
BNPB
Tantangan yang dihadapi tim SAR sangat tinggi saat ada bencana.

KARANGASEM, NNC - Tantangan yang dihadapi Tim SAR sangat tinggi, selain medan lapangan, mereka berhadapan dengan warga yang mungkin enggan untuk dievakuasi di saat krisis.

Personel Basarnas Listya mengatakan saat evakuasi, warga sulit untuk dikasih tahu, kades pun tidak didengarkan. Permasalahannya mata pencaharian, rumah mereka di sana. Ia selalu memonitor situasi melalui radio komunikasi. Dengan kata lain, aset dan mata pencaharian menjadi pertimbangan utama warga setempat yang enggan untuk dievakuasi.

Di sisi lain, terdapat tindakan positif yang telah dilakukan oleh sebagian warga, yaitu evakuasi mandiri. “Saat evakuasi yang pernah dilakukan dulu, ini menjadi pembelajaran,” ujar Rama, anggota personel lainnya seperti dalam siaran pers dari BNPB, Kamis (07/12/2017).

Bagi para personel di lapangan, Rama menekankan dalam penguasaan akses dan mengantisipasi kepanikan masyarakat ketika proses evakuasi terjadi. Hal tersebut terkadang menjadi tantangan utama saat proses evakuasi.

Terkait dengan potensi SAR, pihak Basarnas selalu mengecek terlebih dahulu kualifikasi yang dimiliki oleh personel tadi. Ini dimaksudkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para personel. Sementara itu, Rama juga menyampaikan bahwa tim SAR di lapangan selalu dimonitor oleh safety officer (SO) atau petugas keselamatan yang berfokus pada keselamatan para responder (Tim SAR) di lapangan.

Tim SAR merupakan ksatria kemanusiaan di setiap penanganan darurat. Merek selalu berada di garis depan untuk mencari dan menyelamatkan warga yang terancam bahaya. Namun demikian keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi bagi para responder dalam upaya penanganan darurat di medan bencana.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan menghadapi ancaman erupsi Gunung Agung yang aktivitas vulkaniknya masih tinggi diperlukan kesiapsiagaan tinggi. Belajar dari letusan 1963 yang sangat eksplosif dan berdampak luas menjadi perhatian untuk seluruh pihak, baik masyarakat dan para pelaku penanganan darurat.

Hingga 6 Desember 2017, pukul 18.00 waktu setempat, BNPB mencatat jumlah pengungsi pada jumlah keseluruhan 66.716 jiwa. Mereka tersebar di 225 titik pos pengungsian. Jumlah titik pos pengungsian tertinggi di Kabupaten Karangasem, 129 titik dengan jumlah 39.486 jiwa.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?