Selasa, 12 Desember 2017 | 11:13 WIB

  • News

  • Hukum

Pemimpin Hamas Serukan Intifada Baru untuk Hadapi Zionis Israel

Pemimpin Hamas Palestina Ismail Haniyeh
Zimbio
Pemimpin Hamas Palestina Ismail Haniyeh

GAZA, NNC - Kelompok Islam Hamas di Palestina telah menyerukan pemberontakan baru atau intifada melawan Israel, menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi tersebut.

"Kita harus serukan dan kita harus bergerak untuk meluncurkan intifada di hadapan musuh Zionis," kata pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dalam sebuah pidato di Gaza pada hari Kamis (7/12/2017) seperti dilaporkan Reuters.

Para pemimpin dunia menyatakan keprihatinan serius atas keputusan tersebut dan potensinya untuk mengacaukan wilayah tersebut.

Protes anti-AS merebak tidak lama setelah deklarasi Trump pada hari Rabu, dengan orang-orang Palestina yang pertama kali turun ke jalan menyerukan tiga hari kemarahan terhadap keputusan pemerintahan AS itu.

Sementara, keputusan tersebut disambut baik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengucapkan terima kasih kepada Trump. DIa mengatakan bahwa dia yakin "banyak" negara lain akan mengikutinya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Mesir dan Yordania mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menolak keputusan AS tersebut. Liga Arab diperkirakan akan mengadakan pertemuan darurat Sabtu ini untuk membahas perkembangan tersebut, kata kepala delegasi Palestina kepada badan tersebut, Rabu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tindakan tersebut mengabaikan resolusi PBB tahun 1980 mengenai status kota tersebut. Ia menambahkan bahwa "mengambil langkah semacam itu melemparkan wilayah tersebut ke dalam lingkaran api." Arab Saudi menyebut langkah tersebut "tidak bertanggung jawab dan tidak beralasan."

Sementara itu, Paus Francis mengatakan bahwa dia tidak dapat "berdiam diri," dan mengutarakan tentang "kecemasannya yang besar" seputar keputusan tersebut, sementara Uni Eropa menyuarakan "keprihatinan serius".

"Saya tidak dapat tetap diam tentang keprihatinan mendalam saya terhadap situasi yang telah berkembang dalam beberapa hari ini," kata Francis pada audiensi umum mingguannya di Vatikan. "Yerusalem adalah kota yang unik," tambahnya, "suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim, di mana Tempat Suci untuk agama masing-masing dihormati, dan memiliki panggilan khusus untuk perdamaian."

Reporter : Turkhan Akhyar
Editor : Nazaruli
Sumber : rt.com

Apa Reaksi Anda?