Selasa, 12 Desember 2017 | 11:16 WIB

  • News

  • Nasional

Dua Putri Pemimpin Besar Dunia Bahas Dukungan Kemerdekaan Palestina

Putri Presiden pertama RI, Rachmawati Soekarnoputri
Panjimas
Putri Presiden pertama RI, Rachmawati Soekarnoputri

JAKARTA, NNC - Putri Presiden pertama RI, Rachmawati Soekarnoputri, dan putri Pemimpin Relijius Iran, Dr Zahra Mustafavi Khomeini, telah bertemu untuk membahas dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

Dalam jamuan makan malam untuk menyambut kunjungan Dr Zahra di Jakarta, Kamis malam (7/12/2017), Rachmawati mengatakan dirinya dan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) dan Univeristas Bung Karno (UBK) siap bekerja sama dengan Forum Palestina untuk Membela Hak Palestina yang dipimpin putri Khomeini itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Palestina.

"Memperjuangan kemerdekaan Palestina merupakan salah satu agenda kami. Di tahun 2001, YPS dan UBK memberikan penghargaan Star of Soekarno kepada pemimpin Palestina Yasser Arafat," kata Rachmawati seperti dikutip dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dalam pertemuan tersebut, kedua putri tokoh revolusi itu saling menyampaikan penghormatan dan kekaguman atas perjuangan bapak masing-masing di negara masing-masing dan bagi perdamaian dunia.

"Bung Karno dan Imam Khomeini menentang 'exploitation de llome par llome' maupun 'exploitation de nation par nation'. Bagi Bung Karno dan masyarakat Indonesia, mendukung kemerdekaan Palestina bagian dari upaya memenuhi amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," ujar Rachma.

Sementara itu, Dr Zahra yang hadir bersama sejumlah delegasi Iran, mengatakan dirinya juga menghargai dan mengagumi perjuangan Bung Karno dalam membela bangsa-bangsa dan negeri-negeri di Asia Afrika, salah satunya melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 yang masih hidup di bawah tekanan penjajahan asing, termasuk Bangsa Palestina.

Dr Zahra juga menyambut baik ajakan Rachmawati untuk menjalin kerja sama dan mengundangnya untuk berkunjung ke Iran serta hadir dalam pertemuan-pertemuan internasional guna membela kemerdekaan Palestina.

Dr Zahra Khomeini yang menjabat sebagai Sekjen Forum Internasional untuk Membela Hak Palestina mengunjungi Indonesia dalam rangka menghadiri konferensi internasional di Gedung Nusantara V DPR RI, Jakarta, Kamis (7/12/2017), untuk memperingati 100 tahun perjuangan melawan penjajahan terhadap bangsa Palestina sejak Deklarasi Balfour pada 1917.

Deklarasi Balfour adalah pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour yang disampaikan kepada pemimpin komunitas Yahudi di Inggris, Lord Walter Rothschild pada November 1917.

Di dalam pernyataan itu, Balfour menjanjikan sebuah negeri bagi kaum Yahudi di tanah bangsa Palestina. Deklarasi Balfour kerap dianggap sebagai awal dari konflik berurat berakar antara Palestina dan Israel hingga kini.

Kedua tokoh juga mengecam langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Deklarasi Balfour.

Dalamsiaran pers Rachmawati disampaikan pernyataan Presiden Trump berbahaya karena berpotensi mengakibatkan konflik terbuka Palestina-Israel.

Hadir bersama Rachmawati dalam pertemuan itu Ketua Umum YPS Benny Soemarno, Rektor UBK Soenarto Sardiatmadja, Wakil Rektor Teguh Santosa, Kepala Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UBK Eko Soerjosantjojo, serta Ketua UPT Ajaran Bung Karno UBK Ristiyanto.

Editor : Sesmawati

Apa Reaksi Anda?