Rabu, 17 Januari 2018 | 00:22 WIB

  • News

  • Hukum

Advokat Pendukung KPK Sebut Penahanan Fredrich Sesuai Urgensi Penyelidikan

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus
NNC/Adiel Manafe
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus

JAKARTA, NNC - Langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Advokat Fredrich Yunadi, setelah mangkir untuk diperiksa sebagai tersangka, merupakan tindakan yang tepat.

Hal itu ditegaskan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) sekaligus Tim Perhimpunan Advokat Pendukung (PAP) KPK, Petrus Selestinus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/01/2018).

"Ini merupakan pilihan langkah yang tepat sesuai dengan urgensi penyidikan dan ketentuan pasal 16, 17 dan 18 KUHAP," kata Petrus.

"Apalagi semenjak Fredrich menjadi Kuasa Hukum Novanto banyak pernyataan dan sikapnya yang "off the track", bahkan sering mengeluarkan pernyataan yang bersifat menyerang KPK bahkan terhadap pribadi-pribadi tertentu di KPK, dengan tujuan mendowngrade wibawa KPK di mata publik," sambungnya.

Fredrich Yunadi, kata Petrus, tidak membayangkan bahwa KPK akan begitu cepat melakukan penangkapan yang kemudian disusul dengan penahanan.

"Yang dibayangkan oleh Fredrich Yunadi dan Penasehat Hukumnya adalah paling-paling KPK akan kirim Surat Panggilan ke dua pada kesempatan berikutnya guna diperiksa sebagai tersangka," ujar Petrus.

Disini Fredrich Yunadi dan Penasehat Hukumnya salah menghitung dan kesalahan menghitung itu, karena terdapat kebiasaan dalam praktek, dimana penyidikan selalu disusul dengan Surat Panggilan ke dua jika tersangka atau saksi mangkir pada panggilan pertama.

Menurut Petrus, sikap KPK langsung melakukan penangkapan terhadap Fredrich Yunadi, meskipun baru mangkir pada panggilan pertama, didasarkan pada alasan sebagaimana dimaksud pasal 16 (2) dan pasal 17 KUHAP, bahwa, "untuk kepentingan penyidikan, penyidik berwenang melakukan penangkapan" dan "Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup" dan pada pasal 1 angka 20 KUHAP.

Ia juga menambhakan dari segi prosedur dan substansial kasus posisi Fredrich Yunadi telah terang benderang dan confirm antara fakta-fakta hukum dan norma hukumnya, karena terdapat persesuaian sehingga apa yang dilakukan oleh KPK, tidak ada yang salah dan tidak dapat dibuktikan sebaliknya oleh Fredrich Yunadi, terkait alasan penangkapan dan penahanan terhadap dirinya saat ini.

"Namun demikian Fredrich Yunadi dijamin haknya oleh KUHAP untuk mengajukan gugatan praperadilan guna menguji apakah tindakan kepolisian KPK terhadap dirinya, baik penyidikan, penetapan tersangka, penangkapan dan penahanannya sah dan prosedural atau tidak," paparnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?