• News

  • Politik

Alumni 212 Bantah Rekomendasi Nama ke Parpol untuk Pilkada 2018

Humas Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin
Istimewa
Humas Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin

JAKARTA, NNC - Humas Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin menegaskan, pihaknya tidak pernah merekomendasikan calon untuk maju di perhelatan Pilkada serentak 2018.

Menurutnya, yang dilakukan Presidium Alumni 212 hanyalah menghimbau kepada partai politik sebelum mengusung calon, dan masyarakat sebelum memilih.

Hal itu disampaikan Habib Novel  terkait pernyataan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang merupakan bagian dari Presidium Alumni 212, Muhammad Al Khaththath, tentang sejumlah nama yang direkomendasikan Alumni 212 kepada Gerindra, PKS, dan PAN, untuk diusung di Pilkada 2018.

"Bukan rekomendasi tapi hanya menghimbau. Presidium Alumni 212 tidak pernah merekomendasikan nama untuk dicalonkan dalam Pilkada 2018," kata Habib Novel kepada NNC, Minggu (14/1/2018).

Sebelumnya, dalam konferensi pers tersebut, La Nyalla mengaku diminta uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Rp170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto, untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

Sementara, Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath menyatakan kekecewaannya karena La Nyalla Mahmud Mattalitti dan beberapa tokoh lain yang direkomendasikan oleh Alumni 212 untuk didukung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN dalam Pilkada serentak 2018 ini, tidak digubris.

"Surat rekomendasi calon kepala daerah itu diteken oleh KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii. Jadi, Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal," kata Al Khaththath dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

"Beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar kader dari aksi 212 itu, dari 171 pilkada, kita hanya minta lima agar bisa diberikan rekomendasi khusus. Namun tidak satu pun yang diberikan rekomendasi," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?