• News

  • Kesehatan

Konsumsi Brokoli dan Yoghurt Bisa Cegah Kanker Usus

Konsumsi brokoli dan yoghurt bisa cegah kanker usus.
Helosehat
Konsumsi brokoli dan yoghurt bisa cegah kanker usus.

SINGAPURA, NNC – Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa konsumsi yoghurt dan brokoli dapat mencegah terjadinya kanker usus besar.
 
Peneliti di Singapura menemukan bahwa yoghurt merupakan makanan super yang dapat membunuh 75 persen tumor pada tikus dan lebih dari 95 sel kanker usus, yoghurt juga mengandung probiotik - bakteri yang membantu menjaga keseimbangan alami organisme di perut dan usus. Sedangkan brokoli mengandung zat kimia yang mampu melawan kanker yang disebut sulforane.
 
Berdasarkan temuan ini, peneliti percaya yoghurt dan brokoli adalah formula yang dapat digunakan sebagai pencegahan kanker.
 
"Satu aspek menarik dari strategi kami adalah bahwa hal itu hanya memanfaatkan gaya hidup kita, yang berpotensi mengubah diet normal kita menjadi berkelanjutan," kata peneliti Matius Chang, profesor di National University of Singapore, seperti dilansir dari laan Daily Mail, Minggu (14/1/2018).
 
Profesor Matthew Chang dan Dr Chun-Loong Ho merekayasa bakteri yang tidak berbahaya yang disebut E coli Nissle, yang ditemukan di usus.
 
Dengan menggunakan teknik genetika, mereka mengembangkannya menjadi probiotik yang menempel pada permukaan sel kanker usus dan mengeluarkan enzim untuk mengubah zat yang ditemukan pada brokoli menjadi agen anti kanker yang manjur.
 
Dalam tes itu terbunuh hampir semua sel kanker usus yang tumbuh di laboratorium. Kemudian, secara mengejutkan, kombinasi yogurt dan brokoli membunuh 75 persen tumor pada tikus dengan penyakit kanker. Tumor yang terdeteksi pada hewan pengerat juga tiga kali lebih kecil daripada kelompok yang tidak diberi makan campuran yoghurt dan brokoli.
 
Para peneliti melihat yoghurt dan brokoli ini bermanfaat sebagai pencegahan dan untuk menyingkirkan sisa sel kanker setelah operasi pengangkatan tumor. Menariknya, campuran ini tidak berpengaruh pada sel dari jenis kanker lain seperti kanker payudara dan perut.
 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?