Minggu, 25 Februari 2018 | 20:35 WIB

  • News

  • Pendidikan

Psikolog: Bedakan Kata "Uang Saku" dan "Uang Jajan" pada Anak

Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga Roslina Verauli.
NNC/Ocha
Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga Roslina Verauli.

JAKARTA, NNC - Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga Roslina Verauli mengimbau orang tua membedakan kata "uang saku" dan "uang jajan" saat memberikan sejumlah uang pada anak. Kata Vera, meski kata ini sudah tak asing di telinga anak dan orang tua, tetapi kata tersebut ternayat mampu mempengaruhi persepsi anak. 

Vera mengimbau, orang tua dapat menggunakan kata "uang saku" saat memberikan uang pada anak sebelum ke sekolah. Karena kata "uang jajan" memiliko konotasi "untuk dijajankan dan dihabiskan". Sedangkan kata "uang saku" memiliki arti uang yang disimpan di saku yang harapannya ada sebagian yang disisihkan untuk di tabung.

"Namanya uang saku, ajari anak untuk menyimpan sebagian di awal sebagai tabungan. Jadi uang tabungan adalah uang simpanan yang dari awal dipisahkan, bukan uang sisa," kata Vera saat Citi Parenting Talk Show bertajuk "Cerdas Finansial Sejak Dini" di SDN Ragunan 12 Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Lebih lanjut Vera imbau orang tua mampu ajarkan anak untuk menghargai uang yang memiliki nominal dan nilai tukar dengan menabung. Ajarkan anak untuk mengenal uang sebagai sumber rasa aman, bukan untuk bersenang-senang. Misalnya ketika jatuh sakit dan tak terduga, ada tabungan yang bisa digunakan.

"Jadi ajarkan anak untuk bisa menabung. Jangan juga hanya ajak anak ke ATM saja dan mengira mengambil uang semudah itu, tetapi ajak juga ke bank dan dapat menyisihkan tabungan untuk kegiatan sosial sehingga anak merasa berguna untuk orang lain dan terpicu menabung dengan jumlah yang lebih besar lagi," jelas Vera.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?