Minggu, 25 Februari 2018 | 20:38 WIB

  • News

  • Lingkungan

Ini Penyebab Papua Barat Sulit Cetak Sawah

Lahan yang terlalu asam selama ini telah menghambat program cetak sawah di Provinsi Papua Barat.
Tabloid Sahabat Petani
Lahan yang terlalu asam selama ini telah menghambat program cetak sawah di Provinsi Papua Barat.

JAKARTA, NNC - Wakil Ketua Komisi IV DPR Michael Watimena mengatakan, lahan yang terlalu asam selama ini telah menghambat program cetak sawah di Provinsi Papua Barat. Produktivitas padi pun tidak maksimal. Kondisi ini dikeluhkan para petani setempat termasuk irigasinya yang juga tak maksimal mengairi sawah-sawah.

Ini terjadi di Distrik Masni, Desa Boysubur, Kabupaten Manokwari. Delegasi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Michael Watimena mendengar langsung keluhan para petani setempat, Kamis (15/2/2018).

"Dinas Pertanian Manokwari diharapkan membantu mendistribusikan kapur untuk menurunkan kadar asam tanah di lahan persawahan yang dijadikan program cetak sawah," kata Michael saat memimpin Delegasi kunjungan kerja Komisi IV DPR di Papua Barat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Dalam kesempatan itu, Michael Watimena juga mempertanyakan mengapa irigasi dari Bendung Warior tidak sampai ke lahan cetak sawah di Desa Boysubur. Dijelaskan otoritas pertanian Manokwari, ternyata saluran primer irigasinya sedang dalam perbaikan. Di sisi areal cetak sawah memang ada drainase yang mengalir. Namun, itu tidak ditujukan untuk mengairi areal catak sawah.

Dijelaskan juga, pembukaan areal catak sawah baru di Manokwari dibantu Dandim setempat. Sosialisasi dan distribusi kebutuhan perlengkapan petanian juga dilakukan Dandim. Dalam program cetak sawah ini, petani lokal ikut diperkenalkan pada pertanian padi. Sebelumnya mereka hanya berkebun sagu. Otoritas dinas pertanian setempat juga mengungkapkan, petani lokal selalu berpindan lahan dengan menanam berbagai komoditas.

"Dengan program cetak sawah ini, petani lokal diajak berkonsentrasi di sawah dengan komoditas padi. Dalam dialognya dengan para anggota Komisi IV, para petani lokal mengaku, pola bertani dengan berpindah lahan ternyata tidak menguntungkan. Sementata itu para transmigran dari Pulau Jawa yang tinggal di Manokwari bisa menularkan kesuksesannya dalam menggarap sawah. Petani transmigran lebih konsisten dalam bertani," harap Politisi Partai Demokrat itu.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?