• News

  • Nasional

Fadli Zon Sebut Bawaslu Bikin Situasi Tambah Panas Jelang Pilkada

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
NNC/Dominikus Lewuk
Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

JAKARTA, NNC - Jelang pilkada serentak seri tiga 27 Juni 2018,  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal mengeluarkan panduan materi ceramah agama saat kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada). 

Namun, rencana itu ditentang keras oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Menurut Wakil Ketua DPR bidang Politik dan Keamanan ini, kebijakan Bawaslu tersebut sudah berada di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bawaslu sebagai pengawas pilkada.

Tindakan Bawaslu justru akan semakin memanaskan suasana Pilkada. Meskipun buku materi ceramah belum selesai disusun Bawaslu, namun di sejumlah daerah, seperti di Jawa Barat, telah dikeluarkan surat himbauan dari Bawaslu, perihal pengaturan penyampaian materi ceramah keagamaan. Baik di pesantren, masjid, majelis taklim, dan khotbah Jumat.

“Saya menilai upaya seperti ini, justru yang terjadi akan semakin memanaskan suasana,” kata Fadli Zon di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Lanjut dia, langkah Bawaslu untuk mengkontrol materi ceramah agama sangat keliru. Kalau dilihat tupoksi Bawaslu dalam UU No.7/2017, yang wajib diawasi oleh Bawaslu selain praktik politik uang adalah netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan POLRI.Tidak ada kewajiban mengawasi ulama, kiai, atau para pemuka agama di dalam rumah-rumah ibadah. 

“Kembali jika kita lihat tupoksinya tersebut, apakah upaya Bawaslu sudah maksimal mengawasi ASN, TNI, dan POLRI?."

Padahal itu jelas tertulis di dalam UU. Berkaca pada Pilkada 2017 di DKI, banyak indikasi adanya oknum yang terlibat, namun Bawaslu tidak terdengar suaranya. Sehingga, jangan yang di luar tupoksi diurusi, namun yang menjadi tupoksinya dilewati, imbuh politikus Partai Gerindra ini.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?