Minggu, 25 Februari 2018 | 20:35 WIB

  • News

  • Politik

Demokrat Nilai, Kepolisian Lemah Antisipasi Penyerangan Tokoh Agama

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik
Istimewa
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik

JAKARTA, NNC - Maraknya sejumlah kasus penyerangan kepada sejumlah tokoh agama, membuktikan pihak kepolisian lemah dalam mengantisipasi penyerangan itu. Diketahui, telah terjadi penyerangan kepada sejumlah tokoh di Jawa Barat dan DI Yogyakarta, yang terjadi baru-baru ini. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik.

"Saya memantau informasi yang terjadi tentang penyerangan di rumah ibadah. Ini bukti kalau antisipasi dari pihak kepolisian begitu lemah,” kata Erma kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/2/2018).
 
Menurutnya, tensi politik Indonesia akan meningkat ketika menjelang Pilkada dan Pilpres. Dirinya menginginkan, agar pihak Kepolisian harus tanggap dan menjaga agar peristiwa seperti ini tidak berkembang secara liar di media, hingga munculnya berita hoaks yang bisa memicu konflik.

”Saya tidak ingin pihak Kepolisian berleha-leha dan lengah, karena saya mencurigai penyerangan ini. Contohnya penyerangan terhadap ustadz yang dilakukan orang gila, kenapa bisa terencana, kenapa ada pola yang begitu berdekatan. Ini kalau terus-menerus tidak dilakukan antisipasi oleh penegakan hukum, nanti bisa berkembang liar,” tegas Erma.

Dia menjelaskan,  menyoroti peranan dari intelijen polisi yang menurutnya kurang bisa meredam kejadian kriminal kepada tokoh agama.

“Kepolisian ini kan punya intelijen, kenapa masalah ini nggak bisa diantisipasi. Kita begitu miris, ini saat sedang ibadah di gereja malah diserang dengan senjata. Tolong intelijen bekerja untuk mengantisipasi ini,” ujarnya berharap.

Oleh karena itu, politisi asal dapil Kalimantan Barat ini  mendorong Kepolisian untuk melakukan investigasi terkait penyebab dan akar masalahnya.

“Selain mereka melakukan investigasi, tentu apabila ini terbukti kalau bukan orang gila, maka akan dilakukan penegakan hukum sekeras-kerasnya,” tegas legislator perempuan asal Kalimantan Barat, Erma Suryani Ranik.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?