Minggu, 25 Februari 2018 | 20:40 WIB

  • News

  • Hankam

Ratusan Petugas Pamdal di Kompleks Parlemen Resah, Ini Sebabnya

Gedung Parlemen DPR/MPR/DPD RI.
Istimewa
Gedung Parlemen DPR/MPR/DPD RI.

JAKARTA, NNC - Tiga Pimpinan Parlemen, DPR, MPR dan DPD RI baru saja menandatangani nota kesepahaman ( MoU) kerja sama peningkatan pengamanan Kompleks Parlemen dengan Polri. Sikap tersebut disambut baik oleh tiga lembaga di Parlemen, DPR,MPR, dan DPD RI. Hal itu karena dinilai pengamanan ke depannya akan semakin baik.

Meski demikian, ada kekhawatiran dan keresahan yang dialami oleh ratusan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) di kompleks parlemen. Hal itu mengingat, tugas-tugas dan posisi yang mereka tempati kemungkinan akan tergeser oleh petugas dari kepolisian. Sebagai informasi, saat ini ada sekitar 700 anggota Pamdal yang dipekerjakan di Kompleks Parlemen Jakarta.

"Ya mas, kami terus terang resah dengan MoU itu, karena kami nanti terus kemana kalau diambil alih polisi, karena kami ini bukan PNS," kata salah seorang anggota Pamdal yang tak ingin disebut identitasnya, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Kamis  (15/2/2018).

"Saya sudah bekerja belasan tahun mas, bayangkan, sampai sekarang belum diangkat jadi PNS, eh malah kini ada MoU dengan Polisi. Khawatir mas, gimana nanti nasib keluarga kalau sampai saya tidak disini lagi," ujarnya lirih.

Oleh karena itu, para anggota Pamdal di Parlemen berharap, mereka bisa dimasukkan dalam struktur polisi parlemen, sehingga mereka tetap akan bisa bekerja seperti biasa. Kalaupun harus ada pendidikan lagi soal keamanan, mereka pun siap.

"Kita ingin dimasukkan menjadi polisi parlemen mas, jangan sampai kita dihentikan atau ditempatkan di tempat yang tidak ada hubungannya dengan kualifikasi kita," imbuhnya. 

Sebelumnya, Jendral Tito Karnavian Kapolri mengatakan kalau MoU dengan Parlemen akan membuka kenaikan pangkat baru yang akan ditugaskan di Kompleks Parlemen.

"Kita senang pak, karena MoU ini membuka peluang untuk kenaikan pangkat baru bagi anggota kami. Mungkin ada pangkat AKBP, Kombes, bahkan Brigjen yang akan bertugas (memimpin) di parlemen," kata Tito.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?