• News

  • Nasional

Kapolri Sebut Isu Penyerangan Ulama Sengaja Dihembuskan Untuk Bentuk Opini Publik

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
NNC/Martina Rosa
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

JAKARTA, NNC - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut penyebaran isu penyerangan ulama melalui media sosial dilakukan secara sistematis.

"Kami melihat sistematis adalah koneksi di udara di medsos yang menghubungkan dan menambah kasus-kasus tersebut. Sehingga terlihat sistematis," kata Tito di Jakarta, Rabu (14/03/2018).

Menurut Tito, isu tersebut diduga sengaja disebarkan untuk membentuk opini publik

Ditegaskan Tito, saat ini Direktorat Siber Bareskrim Polri sedang menginvestigasi asal mula penyebar isu penyerangan ulama di media sosial.

"Ini ditangani oleh Bareskrim adanya kelompok-kelompok yang mengangkat isu-isu itu," ujarnya.

"Kita melihat ada hubungan di udara untuk sehingga isu penyerangan ulama ini menjadi isu opini di publik," sambung Tito.

Padahal kata Tito, dari penyelidikan polisi dari 47 kasus laporan penyerangan ulama, hanya 5 kasus yang benar-benar terjadi. 32 kasus diantaranya bahkan tidak terjadi sama sekali aksi penyerangan tersebut. Ada juga rekayasa kasus dengan motif ekonomi berkedok penyerangan terhadap ulama.

"Yang bersangkutan menyatakan melapor kepada polisi dianiaya, dibacok, disobek. Tapi setelah dilakukan rekonstruksi ditemukan kejanggalan dan kemudian mengakui tidak terjadi kejadian itu. Motifnya rata-rata meminta perhatian karena masalah ekonomi," jelasnya.

Adapun dari lima kasus penyerangan terhadap ulama, polisi belum menemukan adanya upaya sistematis yang saling berkaitan satu kasus dengan kasus lainnya. Kejanggalan yang ditemukan dari kelima kasus tersebut semuanya dilakukan oleh orang dengan gangguan kejiwaan.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?