• News

  • Nasional

‘Bekerja‘, Program Kementan untuk Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian

Ilustrasi petani
NNC/Tommy
Ilustrasi petani

JAKARTA, NNC -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menurunkan tingkat kemiskinan di pedesaan melalui program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yakni gerakan mengentaskan kemiskinan berbasis pertanian.

Hal ini diungkap Amran di Bogor, Jawa Barat, Senin (15/4/2018). Menurutnya, gerakan ini ditargetkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan sebesar satu digit dari posisi saat ini, sesuai target nasional untuk menurunkan angka kemiskinan dibawah 10 persen tahun 2018.

Amran menambahkan, program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian tersebut dapat menjadi solusi permanen menyasar jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, serta menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten.

"Untuk jangka pendek, tanaman sayuran dan hortikultura bisa menjadi solusi karena tiga bulan sudah bisa panen. Untuk jangka menengah kita berikan ayam dan kambing, karena ayam misalnya sudah bisa bertelur di enam bulan. Sementara untuk jangka panjang tanaman keras seperti mangga, salak dan lain-lain," katanya kepada Antara

Melalui gerakan tersebut, tambahnya, setiap rumah tangga akan menerima bantuan berupa 50 ekor ayam, mendapatkan kandangnya serta pasokan pakan ayam selama 6 bulan.

"Mereka terima jadi, tinggal pelihara. Ada biayanya buat pakan selama enam bulan sampai bisa produktif," ujarnya.

Terkait konsep distribusi bantuan, Amran juga memperhatikan konsistensi antara perencanaan di tingkat nasional, tingkat provinsi, hingga tingkat kabupaten.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan memperhatikan agro-climate, kultur tanaman, serta keunggulan komparatif yang dimiliki setiap daerah.

"Satu kawasan misalnya, di situ budaya tanam mangga, kita tanam satu kawasan untuk menopang satu skala industri. Manjadi klaster ekonomi yang fokus," katanya.

Dia mencontohkan Lampung yang mempunyai keunggulan komparatif untuk komoditas nanas dan pisang, maka fokus tanam sekitar wilayah sasaran tersebut harus terkait dengan komoditas unggulan tersebut.

Sementara itu, terkait bedah kemiskinan, Amran telah menunjuk Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi leading sektor.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, sasaran program tersebut bahkan bisa menjangkau langsung ke sasaran, berdasarkan nama dan alamat.

"Kita punya tim, kami yang langsung kawal. Datang di lapangan, melihat langsung. Ini 16 juta (petani miskin) ada nama dan alamatnya," tegas Amran.

Ada delapan wilayah yang menjadi fokus gerakan pengentasan kemiskinan berbasis pertanian ini, antara lain beberapa provinsi di Pulau Jawa, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Provinsi Lampung.

Untuk itu, selain merangkul Pemerintah Daerah, Kementan juga bersinergi dengan Kemensos, Kementerian BUMN, Kementerian Desa, Transmigrasi, dan Daerah Tertinggal, BKKBN dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

Sebagai percontohan, rencananya Kementan akan melakukan peluncuran program tersebut pada 23 April 2018 di Cianjur, Jawa Barat.

 

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?