• News

  • Nusantara

Mendes PDTT Pastikan 30 Persen Upah Pekerja di Desa Pangkalan Gelebak Tersalurkan

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo melakukan peninjauan sejumlah pembangunan infrastruktur dari anggaran dana desa
istimewa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo melakukan peninjauan sejumlah pembangunan infrastruktur dari anggaran dana desa

BANYUASIN, NNC - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo melakukan peninjauan sejumlah pembangunan infrastruktur dari anggaran dana desadi Desa Pangkalan Gelebak, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (13/7/2018).

Pembangunan di antaranya pengecoran jalan desa dengan panjang 334 meter, lebar 3 meter dan tinggi 20 sentimeter dengan anggaran sebesar Rp284 juta lebih. 

Selain itu, pembangunan Posyandu dengan anggaran sekitar Rp73 juta dan pembangunan jamban sebanyak 30 Unit untuk 30 KK dengan anggaran sebesar Rp68 juta.

"Sejumlah proyek itu dalam pelaksanaannya telah dilakukan secara swakelola atau padat karya tunai, dengan memberikan upah bagi masyarakat desa yang bekerja sebesar 30 persen dari nilai proyek pembangunannya," kata Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo saat meninjau pembangunan.

Dalam pengelolaannya mulai tahun 2018 dana desawajib dilakukan secara swakelola atau padat karya tunai oleh masyarakat desa setempat agar manfaat dari program dana desadapat langsung dirasakan masyarakat.

"Pengerjaannya tidak boleh melibatkan kontraktor. Pengerjaannya harus dilakukan secara swakelola oleh masyarakat desa dan 30 persen dari nilai proyek tersebut wajib digunakan untuk membayar upah buat masyarakat yang bekerja. Dan harus dibayar harian atau mingguan. Serta untuk materialnya juga harus dibeli dari desa tersebut. Kalau tidak ada di desa, beli di tingkat kecamatan," kata Eko.

Dengan upah yang didapatkan masyarakat desa tersebut, tentunya masyarakat desa akan mendapatkan sumber pendapatan baru dari adanya proyek dana desa. Pendapatan tersebut nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan efeknya bisa menggerakkan perekonomian di desa tersebut.

"Dengan sistem padat karya tunai ini turut membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di desa. Dan uang yang digelontorkan bisa terus berputar di desa dan menghidupkan kembali ekonomi di desa," kata Eko.

Kepala Desa Pangkalan Gelebak,  Cunti Marsup mengatakan, manfaat dana desasangat dirasakan oleh masyarakat desa. Apalagi dengan adanya Program Padat Karya Tunai (PKT) yang dinilai telah membantu warga karena mendapatkan income tambahan.

"Warga yang terlibat dalam PKT diberi upah Rp95 ribu per hari," ungkapnya.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?