• News

  • Nasional

PGI Kecam Penyerangan Kelompok Bersenjata di Nduga

Ilustrasi masyarakat Kabupaten Nduga, Papua
dok.Tribratanews
Ilustrasi masyarakat Kabupaten Nduga, Papua

JAKARTA, NNC - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyesalkan adanya aksi kriminal dari kelompok bersenjata yang diduga TPN/OPM, yang telah melakukan penyerangan dengan sasaran masyarakat sipil, berakibat pada jatuhnya korban jiwa tiga orang dan salah satu diantaranya adalah anak kecil.

Bagi PGI, tindakan brutal semacam itu adalah tindakan pelanggaran hukum dan HAM yang mesti ditangani secara tegas dan profesional sesuai dengan prosedur hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami mengecam tindakan brutal dari kelompok bersenjata terhadap masyarakat sipil di Nduga. Kami juga mengapresiasi langkah cepat dari aparat keamanan untuk memberi perlindungan kepada masyarakat sipil, guna mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak lagi di kalangan masyarakat sipil di Nduga," kata Humas PGI Irma Riana Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya pada NNC, Sabtu (14/7/2018).

Kata Riana, koordinasi antara aparat keamanan dengan pemerintah Kabupaten Nduga, sangat penting dilakukan. PGI menilai bahwa tanpa koordinasi yang baik dalam upaya pengejaran kelompok bersenjata akan berakibat buruk pada masyarakat sipil lainnya di Nduga.

Dampak paling nyata sekarang adalah masyarakat Nduga menjadi panik, takut dan cemas dan mereka lari berlindung di hutan. Aktifitas pendidikan dan perekonomian masyarakat dengan sendirinya menjadi lumpuh.

Seperti diketahui, Indonesia dikejutkan oleh adanya operasi aparat gabungan militer dan polisi terhadap kelompok bersenjata yang diduga kelompok TPN/OPM di perkampungan Alguru, distrik Kenyam, Kabupaten Nduga Papua. Penyerangan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI/Polri adalah bentuk operasi pengejaran kepada kelompok TPN/OPM yang telah melakukan aksi bersenjata yang mengancam keamanan masyarakat sipil.

Sebelum operasi 11 Juli 2018 dilakukan, PGI menerima data di lapangan bahwa, telah terjadi kontak senjata antara aparat gabungan TNI/Polri dengan kelompok bersenjata TPN/OPM sejak 25 Juni 2018. Sekaligus upaya dialog dan mediasi telah dilakukan oleh pihak Kepolisian Daerah Papua dan Pemerintah Kabupaten Nduga bersama masyarakat.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?