• News

  • Tekno

Aplikasi Safe Travel untuk Panduan Wisata WNI di Luar Negeri

Ilustrasi Safe Travel App
dok.travelling Yuk
Ilustrasi Safe Travel App

JAKARTA, NNC -- Dunia digital dan internet sudah mengubah banyak hal. Tak terkecuali tren wisata ke luar negeri yang setiap tahun meningkat dengan dukungan kemudahan membeli tiket dan akomodasi. Data dari Direktorat Jenderal Imigrasi tahun 2016, ada 8,4 juta orang Indonesia melancong ke luar negeri.

Tahun 2017 naik menjadi 9,1 juta. Tahun 2018 diperkirakan jumlahnya akan meningkat. Jumlah ini belum termasuk Tenaga Kerja Indonesia.

Menyadari ada jutaan warga Indonesia di luar negeri, diluncurkan Safe Travel berbasis Android dan iOS. Aplikasi ini berfungsi apabila warga Negara Indonesia (WNI) mendapatkan masalah sehingga pemerintah dapat memberikan bantuan, juga dapat memantau sebaran, lokasi, dan identitas WNI di luar negeri.

Aplikasi yang dapat diunduh secara gratis ini dirancang dengan konsep aman dan menyenangkan. Berisikan informasi praktis yang diperlukan pelancong ke luar negeri. Selain itu, juga ada Diplo yang melakukan riset mengenai big data dan informasi. Diplo dalam proses membuat riset mengenai artificial intelligent (AI).

Project Manager-Asia DIPLOFoundation Shita Laksmi mengatakan, aplikasi juga bisa dilakukan hingga untuk diplomasi digital pada kegiatan diplomatik. Termasuk, sejumlah diskusi contoh interaksi sehari-hari dan tantangan ke depan yang dihadapi diplomasi digital.

Ahmad Rahmadan dari Direktorat Informasi Kementerian Luar Negeri menerangkan, tidak hanya dalam kondisi darurat, aplikasi tersebut dirancang dengan konsep aman dan menyenangkan, berisikan informasi praktis yang diperlukan WNI.

Dalam aplikasi yang dapat diunduh gratis ini, WNI akan mendapatkan informasi lengkap mengenai berbagai negara di dunia, informasi kontak Perwakilan RI, hukum dan tata aturan yang berlaku di masing-masing negara, mata uang  setempat, tempat ibadah, lokasi wisata, maupun informasi kuliner.

"Fitur penting lainnya adalah tombol darurat (panic button). Dalam keadaan darurat, WNI yang berada di luar negeri dapat menggunakan fitur tombol darurat untuk mengirim foto, merekam video, menghubungi Perwakilan RI terdekat dan mengirim lokasi kejadian," ujar Achmad dalam keterangannya, Sabtu (14/7/2018).

Direktur DiploFoundation, Jovan Kurbalija mengatakan, banyak hal kini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital termasuk situs jejaring sosial. "Di era digital, penggunaan media sosial telah menjadi kebutuhan. Contohnya hampir semua pemimpin global saat ini memiliki akun Facebook dan Twitter untuk diplomasi," katanya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?