• News

  • Politik

Jadi Jubir Jokowi, Sunan Kalijaga: Sejak 2014 Saya Tetap Ada di Sisi Beliau

Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sunan Kalijaga (kiri) bersama Presiden Joko Widodo.
Istimewa
Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sunan Kalijaga (kiri) bersama Presiden Joko Widodo.

Berita Terkait

JAKARTA, NNC - Sembilan parpol koalisi pengusung pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, akan membentuk tim pemenangan dalam menghadapi Pilpres 2019.

Kabarnya, sembilan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) itu telah menunjuk 100 juru bicara yang dipilih dari perwakilan anggota partai koalisi, dan mereka akan diberikan pembekalan pada Senin (13/8/2018) besok.

Salah satu nama yang diberitakan masuk dalam 100 juru bicara tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf, yakni politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sunan Kalijaga. Ketika dikonfirmasi, ia membenarkan kabar tersebut, termasuk soal pembekalan besok. 

"Ya alhamdulillah masuk (jadi jubir). Besok proses pembekalan dari sembilan partai Koalisi Indonesia Kerja, semua jubir-jubir, para sekjen, kumpul di satu titik untuk persiapan juru bicara pada saat kampanye 2019," kata Sunan kepada NNC, Minggu (12/8/2018).

Sunan yang saat ini menjabat jubir Dewan Pimpinan Nasional PKPI mengatakan, menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi bukan hal baru baginya, sebab di Pilpres 2014 lalu, ia juga telah mengkampanyekan capres petahana itu lewat relawan 'Kawan Jokowi.'

"Kalau saya kebetulan memang dari 2014 saya ketua hukum 'Kawan Jokowi' yang dimana memang sampai beliau masuk istana dan bekerja, saya tetap masih ada di sisi beliau. Kebetulan memang dalam beberapa kesempatan juga kita seringlah ketemu, berjumpa (dengan Jokowi)," ungkapnya.

Saat ditanya alasannya mau menjadi jubir Jokowi, Sunan menjelaskan bahwa kinerja mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah dirasakan oleh seluruh masyarakat, sehingga sudah selayaknya Jokowi kembali dipercayakan untuk memimpin Indonesia Periode 2019-2024.

"Kinerja Pak Jokowi saat ini memang betul-betul bisa dilihat dan dirasakan masyarakat membuat mantap saya pribadi untuk mendukung beliau meneruskan kinerjanya di 2019," jelas pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Sebagai contoh nyata kinerja Jokowi, Sunan menyinggung soal pembangunan infrastruktur secara merata sampai ke pelosok-pelosok khususnya di wilayah Indonesia Timur. Begitupun dengan program BBM Satu Harga. Menurutnya, hal ini tidak dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. 

"Ini fakta, nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Bahkan beberapa presiden sebelumnya pun tidak mampu menyamakan harga minyak dan sembako di Indonesia Timur, alhamdulillah beliau (Jokowi) mampu," ucap dia.

Atas prestasi Jokowi tersebut, lanjut Sunan, tidak berlebihan jika mantan Walikota Solo itu dijuluki 'Bapak Pembangunan Daerah-daerah Tertinggal.'

"Ya kalau Republik Indonesia dibangun sama Bapak Pemersatu Bangsa yaitu Presiden Soekarno, lalu ada Bapak Pembangunan yaitu Bapak Presiden Soeharto, kalau saat ini, jaman now, kita punya Bapak Pembangunan Daerah-daerah Tertinggal yaitu Pak Jokowi," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?