• News

  • Pendidikan

KPAI Terima Laporan Kerusakan Sekolah di Mataram

Sekolah di Mataram rusak akibat gempa bumi.
Balipos
Sekolah di Mataram rusak akibat gempa bumi.

JAKARTA, NNC - Gempa Lombok selama beberapa hari terakhir membuat ancaman baru bagi keberlangsungan proses pembelajaran di berbagai sekolah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) menerima beberapa laporan  berupa deskripsi singkat sekolah yang kondisi bangunannya terdampak gempa, dimana ruang-ruang kelas mengalami keretakan hingga pondasi sehingga berpotensi runtuh dan membahayakan anak-anak jika kelas-kelas tersebut dipergunakan untuk proses pembelajaran.  

Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, anak-anak korban gempa harus terpenuhi haknya atas pendidikan dengan tidak mengacu pada batas penetapan situasi darurat yang akan berakhir pada 11 Agustus 2018. 

Kebutuhan dasar anak seperti kebutuhan sandang-pangan-papan, kesehatan dan pendidikan harus dipenuhi oleh Pemerintah karena proses rehab dan rekonstruksi membutuhkan waktu sangat lama

" KPAI menerima laporan dari Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram yang merupakan anggota Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) terkait kondisi beberapa sekolah di Mataram yang terdampak gempa," kata Retno, Minggu (13/8/2018).

Kondisi SMPN 12 Mataram yang mayoritas kondisi ruang kelasnya   sangat tidak aman untuk kegiatan pembelajaran. Ada sembilan ruang kelas yang  temboknya pecah dan bahkan sudah bergeser dan dua  ruangan kelas yang plafonnya berpotensi jebol/runtuh. 

Sementara di ruang kelas lainnya plafonnya sudah berjatuhan, sehingga jika diguncang gempa lagi sangat berpotensi membahayakan peserta didik, karena peserta didik yang belajar di ruangan kelas tersebut rawan tertimpa reruntuhan genteng dari atap sekolah. Kerusakan juga terjadi di ruang guru, ruang labotarium, ruang wakasek, ruang kepsek, ruang perpustakaan dan mushalla.

Di SDN 1 Obel-obel kecamatan Sambelia, Lombok Timur, kondisinya  rusak berat sekitar 80 persen dari bangunan, dimana10 ruang kelas retak-retak temboknya, ruang guru dan ruang kepsek dalam keadaan rusak. Sekolah sudah diliburkan sejak 29 Juli 2018, dan sejak dilibur gempa susulan terus terjadi sehingga genteng-genteng sekolah jatuh dan menjebol plafond an enternit kelas. 

Seluruh pagar sekolah dilaporkan ambruk seluruhnya. Kursi meja di dalam kelas yang masih bagus kondisinya dikeluarkan untuk diletakan di posko pengungsian. 

Kondisi SMAN 1 Gunung Sari, Lombok Barat termasuk beruntung karena hanya mengalami kerusakan ringan, yaitu beberapa genteng jatuh dan menimpa plafon hingga pecah. Selain itu, hanya satu tiang teras (selasar kelas) yang miring. 

SMPN 20 Mataram, di Jalan Lalu Mesir Kecamatan Sandubaya, Mataram. Kerusakan terjadi di ruang guru, ruang labotarium IPA, ruang perpustakaan, dan ruang penjaga sekolah.

Kondisinya tujuh ruangan belajar rusak. Anak-anak terancam keselamatan maupun kenyamanan belajarnya di dalam ruangan maupun waktu istirahatnya di luar ruangan  di lingkungan sekolah karena temboknya retak-retak meluas dan plafonnya berjatuhan.

"Jika di kota Mataram saja  kerusakan-kerusakan di sekolah terbilang sedang sampai berat, bagaimana kondisi gedung-gedung sekolah di Lombok Timur dan Lombok Utara yang lebih dekat dengan pusat gempa," ujar Retno.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?