• News

  • Kesehatan

Minum Dua Cangkir Urine Setiap Hari Sembuhkan Bengkak di Mata Wanita Ini

Faith Canter (39) , mengaku digigit nyamuk saat pindah ke Castelo Branco, Portugal, pada Juni lalu.
Daily Mail
Faith Canter (39) , mengaku digigit nyamuk saat pindah ke Castelo Branco, Portugal, pada Juni lalu.

JAKARTA, NNC - Faith Canter (39) yang berasal dari Aberdeen, mengaku digigit nyamuk saat pindah ke Castelo Branco, Portugal, pada Juni lalu. Rasa sakit seperti terbakar dirasakan oleh Canter di bagian matanya usai digigit nyamuk, dan tak lama kemudian benjolan besar pun menutupi mata kanannya.

Canter yang sehari-hari bekerja sebagai pelatih kesehatan dan kebugaran ini, memang selalu mengalami reaksi ekstrem terhadap gigitan nyamuk. Ia sudah mencoba berbagai cara, mulai dari salep hingga tablet anti-histamin untuk mengurangi bengkaknya, namun tidak berhasil.

Sempat terpikir olehnya untuk mengikuti terapi urine atau meminum air seninya sendiri. Namun, rasa jijik membuatnya enggan untuk melakukannya. Namun, karena bengkak di matanya terus membesar dan ia putus asa, akhirnya ia menyerah dan meminum urine nya sendiri.

"Untuk memulainya, itu terasa sedikit menjijikkan, tetapi saya merasa sangat buruk pada saat itu dan berpikir bahwa ini akan cepat berlalu. Rasanya tidak terlalu buruk," ujarnya.

Usai meminum urine itu, ia harus pergi ke kota dan mengenakan kaca matanya. Selang empat jam setelah ia meminum urine, bengkak di mata kanannya kempes dan ia dapat melihat lagi dengan baik.

"Saya tidak memperhatikan apa pun selama sekitar empat jam. Kami harus keluar hari itu, jadi saya memakai kacamata hitam dan pergi ke kota. Ketika kami sedang mengendarai mobil kembali, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya dapat melihat lagi, jadi saya melepas kacamatanya, melihat ke cermin di dalam mobil dan menyadari bahwa bengkaknya hampir hilang sama sekali," ujarnya.

Ia terkejut dan juga kagum serta bahagia dengan efek terapi urine yang dia rasakan. Sejak itu, ia rutin meminum dua cangkir urine setiap hari dan Canter bersikeras bahwa hal itu mengurangi gangguan ekstrem pada kulitnya terhadap gigitan serangga.

"Tidak ada gatal, bengkak atau tidak nyaman sama sekali. (Terapi urine) tampaknya menciptakan mekanisme umpan balik yang luar biasa di dalam tubuh. Memungkinkan tubuh untuk mengenali racun, ancaman, penyusup dan lain-lain," jelasnya, melansir dari laman Daily Mail, Minggu (16/9/2018).

Para ilmuwan sebelumnya mengatakan tidak ada bukti bahwa meminum air seni memiliki manfaat apa pun.

Terapi urin dipopulerkan oleh naturopath Inggris John W. Armstrong pada awal abad ke-20. Dia terinspirasi oleh praktik keluarganya menggunakan air kencing untuk mengobati sengatan kecil dan sakit gigi.

Beberapa pengikut terapi urin bahkan percaya pengobatan itu berasal dari zaman Alkitab.

Meskipun antusiasme Ms Canter untuk 'pengobatan', namun Profesor Henry Woo, seorang ahli bedah urologi di University of Sydney, sebelumnya mengatakan sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terapi urin memiliki nilai terapeutik.

'Mereka yang minum air kencing mereka sendiri tidak lebih dari membuat ejekan terhadap diri mereka sendiri.'

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?