• News

  • Politik

Dianggap Provokator, Ratna Sarumpaet Diusir dari Batam

Ratna Sarumpaet
NNC/Adiel Manafe
Ratna Sarumpaet

JAKARTA, NNC -  Setelah Neno Warisman, giliran Ratna Sarumpaet yang diusir dari Batam,  Kepulauan Riau (Kepri) Padahal sedianya, dia akan menghadiri acara gerakan selamatkan Indonesia (GSI),  Minggu (16/9/2018) sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat tiba di Batam  dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air, dengan nomor penerbangan SJ 032 dan hendak keluar bandara,  pintu gerbang keluar Bandara Hang Nadim telah dihadang massa. Masa meminta agar setiap kendaraan roda empat untuk membuka kaca. Supaya Ratna Sarumpaet tidak keluar dari Bandara.

Koordinator dari massa yang tergabung dari Masyarakat Kepri, Edo Andriat meminta Ratna Sarumpaet untuk tidak menginjakan kaki di Batam. Ratna dinilai sebagai provokator yang mengacaukan suasana Batam yang selama ini aman.

Ratna sempat tertahan di Bandara Hang Nadim selam 3 jam hingga akhirnya dirinya terpaksa terbang ke Jakarta sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan maskapai Garuda 063. ratna diantar oleh  Kapolresta Barelang, Kombes Hengki menaiki pesawat menuju Jakarta.

Menurut Hengky, tidak jadinya Ratna Sarumpaet menjalankan kegiatannya di Batam, karena dorongan gelombang penolakan dari berbagai pihak. Sehingga, pihak kepolisian mengambil langkah terbaik dengan mempercepat kunjungan Ratna, bahkan ia hanya berada di Bandara saja.

Ratna Sarumpaet sendiri mengaku kecewa atas pengusiran warga Kota Batam. Dia mengaku, kedatangannya ke Batam murni hanya untuk konsolidasi GSI, bukan berpolitik.
GSI ini adalah gerakan untuk mengembalikan Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, kedua dasar negara itulah yang mampu menghadirkan keadilan. "Itulah alasan saya ke sini, kok malah dilarang, saya kecewa,” katanya.

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?