• News

  • Nasional

Ini Penjelasan Melchias Mekeng soal Tuduhan Pengacara Eni Saragih di Kasus PLTU Riau 1

Melchias Mekeng beri penjelasan terkait tuduhan  di kasus PLTU Riau 1.
Golkar
Melchias Mekeng beri penjelasan terkait tuduhan di kasus PLTU Riau 1.

JAKARTA, NNC - Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Melchias Markus Mekeng membantah keras atas tuduhan Pengacara Eni Maulani Saragih, Fadli Nasution yang menyebut dirinya sering menanyakan proyek pembangunan PLTU Riau-1 kepada tersangka Eni Maulani Saragih.

"Jadi, setiap kata yang diucapkan itu harus berdasarkan bukti,  entah oleh seiapapun termasuk pengacara Eni Maulani Saragih, yakni saudara Fadli Nasution. Tidak ada yang kebal hukum di negara ini," kata pria yang akarab disapa Melky Mekeng dihubungi di Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Selain itu, dia mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti fitnah yang disebarkan Fadli Nasution. Dalam waktu dekat akan digugat dan menuntutnya.
''Jangan bermain-main di air keruh. Saya tidak takut kepada siapapun, kalau berada di dalam 'kebenaran'," tegasnya.

Politisi Golkar ini juga menuding Fadli Nasution telah menyebarkan fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan dengan tidak berdasarkan bukti.

"Jadi, saudara Fadli Nasution itu sudah meyebarkan fitnah, perbuatan yang tidak menyenangkan, menyebarkan berita tanpa bukti, hanya berdasarkan ocehan-ocehan atau halusi-halusinasi dari yang bersangkutan," kata Ketua Komisi XI DPR di Senayan itu.

Dia juga mengatakan, dirinya tak pernah tahu bahkan tak pernah bermimpi punya proyek listrik yang sebesar PLTU Riau 1 sebagaimana dituduhkan pengacara Eni M. Saragih yang kini jadi caleg di salah satu partai politik itu. Mekeng juga membantah pernah menayankan apapun terhadap Eni Saragih. Ketua DPP Golkar itu juga mengaku tidak punya

"Saya tidak ada urusan dengan proyek itu. Sekali lagi, jangan melempar-lempar kesalahan kepada orang lain tanpa bukti. Sudah ada yang saya tuntut dan sekarang ini sedang diproses karena memfitnah saya. Jadi, sekali lagi jangan kita bermain di air keruh, dan memperkeruh suasana," imbuh legislator dari daerah pemilihan (Dapil) NTT 1 yang 10 Kabupaten, yakni Kabupaten Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Negekeo, Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur itu.

Menurut dia, hal tersebut hanya untuk mencari kambing hitam, melempar kesalahan pada orang lain.  Mekeng juga mengaku, pengacara Eni adalah seorang politisi, yang mencalonkan diri sebagai legislator.

"Bahwa saya tidak pernah berpikir, bahkan bermimpi akan punya proyek sebesar PLTU itu. Bukan kapasitas saya untuk berbisnis proyek begitu besar. Jadi, sekali lagi, saya tidak pernah bermimpih berbisnis Listrik.

"Jadi, menurut saya, pernyataann itu hanya membuang kesalahan pada orang lain," tutup politikus Partain Golkar ini.

Sebelumnya, pengacara Eni, Fadli Nasution menegaskan, Ketua Fraksi Golkar di DPR, Melchias Markus Mekeng disebutkan sering menanyakan proyek pembangunan PLTU Riau-1 kepada tersangka Eni Maulani Saragih.

"Komunikasi Bu Eni dalam kapasitas beliau sebagai anggota Fraksi Partai Golkar di DPR yang diketuai Pak Mekeng," kata Fadli dalam keterangan tertulis, Jumat (21/9/2018) malam.

Fadli menyebut, Mekeng merupakan orang yang melakukan rotasi, dan menunjuk Eni sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Menurut Fadli, Eni Saragih dan Mekeng kerap berkomunikasi membicarakan Proyek PLTU Riau-1, sebelum disahkan oleh institusi yang menjadi mitra Komisi VII di DPR.

"Bahkan, Pak Mekeng kerap menghubungi Bu Eni menanyakan kelanjutan PLTU Riau-1 dan rencana PLTU lainnya di Pulau Sumatera,"  kata Fadli.

Adapun, terkait kasus PLTU Riau-1 ini, KPK telah memeriksa Mekeng pada Rabu (19/9/2018) lalu. Dia dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham, sebagaimana diberitakan sejumlah media massa.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?