• News

  • Nasional

Dugaan Aliran Dana Pengusaha kepada Kapolri, Pengamat: Sejenis Laporan Intelijen

Pengamat hukum, politik dan keamanan, Dewinta Pringgodani
Medcom
Pengamat hukum, politik dan keamanan, Dewinta Pringgodani

JAKARTA, NNC - Pengamat hukum, politik dan keamanan, Dewinta Pringgodani menyesalkan tindakan mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, yang diduga menyebarkan berita palsu alias hoaks tentang dugaan suap petinggi Polri, dan dengan informasi yang dilansir IndonesiaLeaks.

Dewinta menilai laporan Indonesialeaks tentang dugaan aliran dana pengusaha daging Basuki Hariman kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai berita bohong.

"Saya menduga laporan itu sejenis operasi intelijen yang bertujuan untuk membunuh karakter seseorang,” kata Dewinta melalui keterangan elektroniknya, Minggu (14/10/2018).

"Saya anggap itu hoaks saja. Saya tidak percaya,” lanjutnya.

Menurutnya, banyak laporan yang dibuat di media daring untuk menjatuhkan orang maupun institusi.

Selama bukan hasil pemeriksaan dari lembaga hukum, ia meminta publik tidak mempercayainya. Apalagi dalam persidangan Basuki Hariman tidak ada terungkap soal dugaan aliran dana tersebut.

Itu tidak bagus bagi perkembangan hukum. Indonesialeaks itu kan hanya menampung laporan yang namanya dirahasiakan ke publik,” ujar Dewinta.

Situs IndonesiaLeaks, kata Dewinta, sama seperti Wikileaks yang selama ini diciptakan untuk membuat polemik di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Dewinta menolak untuk mengomentari isinya karena bisa membuat tujuan dari penulisnya berhasil.

"Sekelas Bambang Widjojantoikut pula menyebarkan berita bohong,” sesal Dewinta.

Dewinta mengaku mengenal sosok Jenderal Tito Karnavian dengan baik. Yakin saya 100 persen Jenderal Tito tidak akan melakukan tindakan yang melawan hukum apapun,” tegasnya.

Karena itulah Dewinta meminta aparat penegak hukum untuk memeriksa pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong tersebut.

"Situs Indonesialeaks itu juga gak jelas. Apakah produk jurnalistik atau produk apa. Saya gak paham motif mereka,” cetus Dewinta.

Sebelumnya, sejumlah media yang berkolaborasi dalam IndonesiaLeaks merilis hasil investigasi mengenai kasus korupsi yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?