Rabu, 20 September 2017 | 16:07 WIB

  • News

  • Nasional

Eksekusi Terpidana Mati Bakal Dilangsungkan dalam 3X24 Jam

Ilustrasi Eksekusi Mati (Istimewa)
Ilustrasi Eksekusi Mati (Istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Indonesia tegaskan bakal lakukan hukuman mati bagi terpidana Merri Utami, Zulfiqar Ali, dan Humprey Jefferson. 

Keterangan tersebut disiarkan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH)  Masyarakat, bahwa setidaknya, ada undangan untuk dua kedutaan, yakni Nigeria dan Pakistan.

"Merri Utami dipindahkan dari LP Tangerang ke Nusakambangan, lalu Zulfiqar Ali dijemput dari RSUD Cilacap kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Batu," kata Yohan David Misero, selaku Staf Advokasi Komunikasi LBH Masyarakat,  Jakarta, Senin (25/7/2016).

Seperti dikatakan sebelumnya, undangan itu diberikan oleh Kementerian Luar Negeri untuk bertemu dengan pihak Kejaksaan Agung. Bahwa selanjutnya, Kejaksaan Agung akan memberikan notifikasi eksekusi kepada pihak kedutaan bahwa warga negaranya yang bersangkutan akan segera dieksekusi dalam waktu 3×24 jam ke depan.

Meski demikian, untuk pelaksanaan eksekusi mati itu masih mengundang komentar dari beberapa pihak. Pasalnya, ketiga terpidana mati itu masih berhak mendapatkan grasi.

"Mereka belum menggunakan hak grasinya. Padahal di banyak kesempatan, Kejaksaan Agung sudah mengemukakan akan memberikan kesempatan bagi terpidana mati sebelum dilaksanakannya eksekusi mati," jelas Yohan.

Kemudian, menurut Yohan, sebagai pihak LBH Masyarakat menganggap, Kejaksaan Agung akan melanggar pirinsip dasar hukum.

"Jika Kejaksaan Agung tetap memaksakan eksekusi pada terpidana mati yang masih memiliki hak mengajukan grasi. Maka hal tersebut adalah bentuk ketidakpatuhan Kejaksaan Agung terhadap prinsip rule of law,".

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?