• News

  • Hankam

BIN Tindaklanjuti Penemuan 41 Masjid di Lingkungan PNS Terpapar Radikalisme

Juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto
jarrak
Juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto

JAKARTA, NNC - Badan Intelijen Negara (BIN) langsung menindaklanjuti hasil survei yang dilakukan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Nahdlatul Ulama (NU) yang menyatakan 41 masjid di lingkungan Pemerintah terpapar radikalisme.

Hasil yang didapat merupakan hasil survei terhadap kegiatan okhotbah yang disampaikan beberapa penceramah. Demikian dikatakan Kasubdit Direktorat 83 BIN Arief Tugiman.

"Survei dilakukan oleh P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN merupajan early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/11/2018).

Dijelaskan Arief, keberadaan masjid di lingkungan Kementeriaan/Lembaga dan BUMN perlu dijaga agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah-ceramah agama tidak mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap golongan.

Hal tersebut menurutnya, adalah upaya BIN untuk memberikan kearly warning dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghormati kebhinekaan.

"Selanjutnya dilakukan pemberdayaan dai untuk dapat memberikan ceramah yang menyejukan dan mengkonter paham radikal di.masyarakat," ujar Arief.

Sementara itu, terkait tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terpapar radikalisme dan 39 persen mahasiswa di 15 provinsin tertarik dengam paham radikal, menurut juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto, data PTN dimaksud hanya disampaikan kepada pimpinan universitas tersebut.

"Ini untuk evaluasi, deteksi dini dan cegah dini, tidak untuk konsumsi publik. Guna menghindari hal-hal yang merugikan Universitas tersebut," tutur Wawan Hari Purwanto.

Sebelumnya hasil yang dilakukan oleh Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menyatakan terdapat 41 masjid yang terindikasi menyebarkan paham radikal. Ketua Dewan P3M NU, Agus Muhammad, mengatakan, survei dilakukan dari 100 masjid yang ada di lingkungan pemerintah di DKI Jakarta.

Dari hasil survei itu memperlihatkan bahwa gejala radikalisasi di masjid-masjid kementerian, lembaga dan BUMN cukup kuat. Pelaksanaan survei dilakukan setiap Jumat selama empat pekan dari 29 September hingga 21 Oktober 2017.

"Poin terpentingnya adalah ada indikasi radikalisme di masjid yang berada di bawah naungan negara. Data yang dikumpulkan dari survei berupa khutbah Jumat, plus bahan bacaan seperti buletin, brosur, kalender, dan majalah dinding, yang beredar di masjid tersebut," kata Agus, Senin (19/11/2018).

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?