• News

  • Hukum

KPK Tetapkan Dirut Perum Jasa Tirta II Djoko Saputra Jadi Tersangka Korupsi

Febri Diansyah
CNNIndonesia
Febri Diansyah

JAKARTA, NNC - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Djoko Saputra dan seorang pihak swasta Andririni Yaktiningsasi sebagai tersangka korupsi pengadaan jasa konsultasi di badan usaha milik negara itu pada tahun 2017, sehingga merugikan negara hingga Rp3,6 miliar.

Penetapan Djoko dan Andririni menjadi tersangka diumumkan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Oleh KPK, Djoko selaku Dirut Perum Jasa Tirta II diduga menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam pengadaan jasa konsultasi di perusahaan yang dia pimpin selama tahun 2017 dengan cara merelokasi anggaran.

Modus yang dijalankan Djoko, kata Febri adalah dengan mengalokasikan tambahan anggaran pada pekerjaan pengembangan sumber daya manusia dan strategi korporat dari awalnya Rp2,8 miliar menjadi Rp9,55 miliar.

Setelah merevisi anggaran, kata Febri, Djoko memerintahkan bawahannya untuk menunjuk Andririni selaku pelaksana kedua program pekerjaan tadi, pengembangan sumber daya manusia dan korporat.

Dalam melaksanakan pekerjaan itu, tambah Febri, Andririni diduga menggunakan bendera perusahaan PT Bandung Management Economic Center (BMEC) dan PT 2001 Pangripta. Realisasi penerimaan pelaksanaan proyek itu sampai 31 Desember 2017 untuk kedua pekerjaan itu sebesar Rp5,5 miliar.

Atas perbuatannya itu, Djoko dan Andririni disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Penetapan tersangka tadi setelah penyidik KPK menggeledah kantor pusat Perum Jasa Tirta II di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (04/12/2018). (CNNIndonesia)

 

 

Editor : Krista Riyanto

Apa Reaksi Anda?