• News

  • Nusantara

Sadis, Begini Cara KKB Bantai Pekerja Proyek Trans Papua

Tim gabungan saat melakukan evakuasi  terhadap jenazah karyawan PT Istaka Karya
Polda Papua
Tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jenazah karyawan PT Istaka Karya

JAKARTA, NNC - Minggu (2/12/2018) terjadi sebuah peristiwa kelam yang mengguncang Indonesia. Peristiwa yang terjadi dibumi Papua tepatnya berada di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua amat sangat di luar peri kemanusiaan. Pada hari itu, sekitar 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua  tewas dibrondong senajata api milik kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Peristiwa berawal pada sehari sebelumnya, yakni 1 Desember. Ketika itu 28 pekerja PT Istaka Karya yang mengerjakan pembangunan jembatan Yigi di Kabupaten Nduga diliburkan. Pada hari itu ada acara peringatan 1 Desember, yang sebagian masyarakat setempat menganggap sebagai hari kemerdekaan Papua.

Rupanya ada salah satu pekerja yang memotret upacara peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Anggota KKB tidak terima dan segera mengejar pekerja yang mengambil foto hingga ke lokasi basecamp pekerja.

Sekitar 50 anggota KKB pimpinan Egunius Kogoya  mendatangi Kamp PT Istaka Karya dan dengan todongan senjata mereka mengikat tangan 25 karyawan. Lalu mereka menggiring para karyawan keluar dan berjalan menuju kali Karunggame.

Kesaksian satu korban selamat bernama Jimy Aritonang, mereka dibawa ke Gunung Kabo dengan tangan diikat, pada Minggu (2/12/2018). Mereka digiring dengan berjalan kaki bahkan berjalan jongkok.

Mereka diawasi ketat dengan moncong senjata campuran yakni senjata api dari berbagai jenis dan senjata tradisional yang selalu terarah ke kepala mereka. DI tengah perjalanan mereka ditembaki, hingga 14 orang meninggal di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar.

Orang-orang bersenjata itu melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo, lalu 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha melarikan diri, namun dikejar. Lima orang tertangkap dan dibacok hingga tewas di tempat. Adapun, enam orang berhasil melarikan diri.

"Dari 25 orang yang dilaporkan oleh Saudara Jimy Aritonang itu, 14 orang langsung meninggal di tempat dan 11 orang berpura-pura meninggal dan kemudian berusaha menyelamatkan diri," kata Marsekal Hadi di Hanggar Helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika seperti dikutip dari Antara, Jumat (7/12/2018).

KKB yang mengejar dari belakang, menemukan tiga orang dan langsung mengeksekusinya. Dua karyawan Istaka Karya lainnya juga ditemukan oleh KKB dan langsung dieksekusi di lokasi berbeda.

Adapun empat karyawan Istaka Karya berhasil merapat ke Pos TNI Yonif 755/Yaled di Distrik Mbua untuk meminta pertolongan.

KKB sempat terlibat kontak senjata sengit dengan pasukan TNI Pos Mbua pada 3 Desember malam. Dalam kejadian itu, satu prajurit TNI atas nama Sertu Anumerta Handoko gugur.

Adapun dua karyawan Istaka Karya lainnya diduga selamat dari pembantaian oleh KKB.

"Dari apa yang ditemukan Tim Gabungan TNI-Polri kemarin, delapan orang yang ditemukan, satu diantaranya pekerja di rumah seorang dokter dan satu lagi saudara Johny Arung merupakan bagian dari dua pekerja Istaka Karya yang diperkirakan masih hidup," kata Panglima TNI.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Senin (3/12/2018) menyebut KKB Papua awalnya membunuh 24 pekerja proyek. Sedangkan 8 pekerja proyek lainnya melarikan diri dan bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD setempat. Namun ke 8 orang itu dijemput, kemudian dibunuh. "Tujuh orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri," katanya.

Ketika ada laporan bahwa KKB menyerang para pekerja proyek Trans Papua, Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin, Senin (3/12/2018) malam menyebut, pihaknya sempat mengirim anggota dari Polres Jayawijaya untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Namun jalan menuju distrik tersebut sudah dipalang dengan membentangkan batang-batang pohon ditengah jalan.

Panglima TNI menyebut  bahwa tragedi kemanusiaan yang terjadi di Nduga itu bukan peristiwa kriminal biasa. "Ini adalah perbuatan yang sangat keji sehingga TNI-Polri akan menangani masalah ini secara serius," ucapnya, menegaskan.

Jajaran Polri, katanya, akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara pembunuhan pekerja PT. Istaka Karya di Gunung Kabo dan penembakan Sertu Anumerta Handoko di Pos Yonif 755/Yaled di Mbua untuk mengumpulkan bukti-bukti.

Panglima TNI mengatakan saat ini aparat gabungan TNI-Polri telah menguasai sepenuhnya Gunung Kabo, lokasi pembantaian puluhan pekerja PT. Istaka Karya oleh KKB.

Aparat gabungan TNI-Polri juga telah berhasil menemukan 16 jenazah yang dibunuh KKB pada 2 Desember 2018. "TNI Polri tegas untuk menangani masalah ini. Kelompok kriminal bersenjata itu akan kita tangkap dan adili sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," tegas Marsekal Hadi.

 

Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?