• News

  • Nasional

Perusakan Baliho di Riau, Aktivis 98: Ada yang Tak Suka Hubungan Baik Jokowi-SBY

Susilo Bambang Yudhoyono
Poskota
Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA, NNC - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) ikut mengomentari perusakan baliho ucapan selamat datang kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono(SBY), spanduk, hingga bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.

Sekjen Jari 98 Ferry Supriyadi menduga, ada pihak yang tidak suka melihat hubungan baik SBY dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga sengaja merusak baliho dan APK itu agar suhu politik kian memanas.

"Ini ada yang memanas-manasi suasana. Mereka ini tidak suka melihat hubungan baik Jokowi dan SBY. Jangan-jangan ada operasi senyap pembusukan untuk ganggu hubungan antara Jokowi dan SBY, awas operasi adu domba," kata Ferry kepada wartawan, Sabtu (15/12/2018).

"Ini kan tahun politik, strategi apapun bisa dilakukan untuk memecah belah. Bisa jadi kan di internalnya (Demokrat) panas melihat hubungan baik antara Jokowi dan SBY. Rumah sebelah (eksternal) apalagi," sambungnya.

Ferry juga mengaku mendapat informasi bahwa pengerusakan APK tidak hanya milik Partai Demokrat saja melainkan APK Partai Koalisi sempat akan dirusak dan dicabut. "APK Partai Koalisi katanya juga sempat dicabut dan dirusak. Tapi berhasil dihalau karena ada penjagaan," ujarnya.

Ferry menyayangkan aksi pengerusakan tersebut padahal kader Demokrat akan menyambut Ketum Demokrat itu di Riau dalam rangka agenda konsolidasi Pemilu.
"Bukannya penempatan APK di Jalan Protokol tidak diperbolehkan. Satpol PP Pekanbaru infonya pernah dimarahi oleh Partai Demokrat," paparnya.

Lebih jauh, Ferry memprediksi motif dibalik pengerusakan APK ini lantaran gagal memprovokasi masyarakat Riau yang ingin mencoba melakukan aksi penolakan pemberian gelar kehormatan kepada Presiden Jokowi.

Mereka memanfaatkan mahasiswa Riau di Jakarta, namun upaya tersebut dinilai gagal total. Terlebih, kata dia, beberapa waktu sebelumnya Cawapres No Urut 02 mengunjungi asrama mahasiswa Riau. "Jadi masyarakat Riau jangan terprovokasi dengan peristiwa-peristiwa yang tiba-tiba menghebohkan tersebut," ucap Ferry.

Oleh karenanya, Ferry mengimbau kepada masyarakat Riau untuk tidak terprovokasi dengan permainan ini. Kata dia, bisa saja mereka sedang memainkan sandiwara atau playing victim. Setelah heboh, nanti akan muncul pengakuan orang yang tertangkap itu disuruh oleh Partai Pendukung Jokowi.

"Sehingga makin bencilah rakyat pada Jokowi dan partai pendukungnya. Ini semua bisa saja sebuah settingan. Tahun politik, waspadai politik adu domba dan sandiwara politik alias playing victim. Masyarakat Riau hati-hati terhadap provokasi ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan, baliho selamat datang SBY, spanduk, hingga bendera PD di Pekanbaru ditemukan rusak pada Sabtu (15/12/2018) pagi. Perusakan diduga dilakukan pada dini hari. Atribut PD ditemukan rusak tersobek-sobek di pinggir jalan hingga di parit.

Polri langsung bergerak mengusut perusakan baliho SBY setelah Sekjen DPD PD Provinsi Riau Edi A Muhammad Yatim melapor ke Polresta Pekanbaru dengan nomor laporan LP 1110/ XII/ 2018/ SPKT unit I Polresta PKU. Tidak lama berselang, terduga pelaku ditangkap.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?