• News

  • Nasional

Pernyataan Fadli Zon soal Habib Bahar Dinilai Merusak Hukum dan Demokrasi

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
NNC/Martina Rosa
Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

JAKARTA, NNC - Pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menilai penahanan Habib Bahar bin Smith sebagai kriminalisasi ulama dan ancaman terhadap demokrasi, mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe merupakan salah satunya.

Menurut Ramses, pernyataan Fadli Zon tersebut justru merusak hukum dan demokrasi di Indonesia. "Ucapan dan pernyataan Fadli Zon itu justru merusak hukum kita dan merusak demokrasi kita," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Ia mengatakan, upaya Fadli Zon yang mengait-ngaitkan kasus hukum Bahar dengan kriminalisasi terhadap ulama bisa dikatakan sebagai cara mengadudomba masyarakat, padahal kasus yang dialami Bahar tidak ada hubungan dengan politik.

"Saya kira Fadli Zon berupaya kait-kaitkan kasus hukum dengan ulama dan ini bentuk adu domba yang mengancam demokrasi kita," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) ini.

Ditambahkan Ramses, pernyataan Fadli Zon juga itu dapat dinilai sebagai bahasa politik atau bentuk komunikasi politik kerdil yang selalu menghubung-hubungkan suatu hal dengan hal lainnya yang tak memiliki korelasi, dengan tujuan untuk mencari dukungan politik Pilpres.

Untuk itu, Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta ini meminta Fadli Zon agar lebih hati-hati dan lebih cerdas mengeluarkan pernyataan sehingga tidak menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat apalagi saat musim politik saat ini.

"Pernyataan Fadli itu juga bisa disebut sebagai bahasa politik atau komunikasi politik kerdil untuk kepentingan cari dukungan politik Pilpres. Saya saran kan Fadli harus lebih hati-hati dan lebih cerdas keluarkan pernyataan supaya tak timbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tegas Ramses.

Diketahui, Penyidik Polda Jawa Barat menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dan menahannya atas dugaan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17).

Habib Bahar ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa (18/12/2018). Polisi menetapkan Bahar sebagai tersangka penganiayaan berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik.

Menanggapi penetapan tersangka dan penahanan tersebut, Fadli Zon berpendapat, penahanan Bahar sebagai kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menilai, hukum telah dijadikan alat kekuasaan untuk menakuti oposisi. Ia juga menyebut penahanan Bahar sebagai bentuk ancaman terhadap demokrasi.

"Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia. Hukum telah dijadikan alat kekuasaan untuk menakuti oposisi dan penahanan ini sebagai ancaman demokrasi," kata kata Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, Rabu (19/12/2018).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?