• News

  • Lingkungan

Jutaan Penduduk Indonesia Terpapar Bahaya Gempabumi dan Tsunami

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho
News 108Jakarta
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho

JAKARTA, NNC - Sebanyak 148,4 juta jiwa penduduk Indonesia terpapar oleh bahaya gempabumi. Selain itu, sebanyak 3,8 juta jiwa penduduk terpapar oleh bencana bahaya tsunami.

Dijelaskan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, ketersediaan waktu menyelamatkan diri (golden time) bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan tsunami untuk menyelamatkan diri dari datangnya tsunami hanya kurang dari 1 jam, yakni antara 20-40 menit, karena tsunami di Indonesia bersifat lokal. 

"Artinya sumber gempa pemicu tsunami berada di sekitar wilayah Indonesia. Itulah pentingnya mitigasi bencana tsunami," kata Sutopo saat konferensi pers, Rabu (26/12/2018).

Sutopo klaim, sistem peringatan dini tsunami sudah berjalan dengan baik. Peringatan diri dari BMKG ke institusi lain, media massa dan masyarakat berjalan dengan cukup baik. Selama 2-5 menit setelah kejadian gempa langsung dapat memberikan peringatan dini. 

Menurut Sutopo, perlu dilanjutkan Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami di Indonesia. Pasalnya, program sebelumnya hanya berjalan selama 2013-2014. 

Empat Program dalam Masterplan diantaranya:

1. Penguatan rantai peringatan dini tsunami, seperti pembangunan sirine, informasi, alat deteksi gempa dll. 

2. Pembangunan dan peningkatan tempat evakuasi sementara, seperti pembangunan shelter, jalur evakuasi, rambu dan sosialisasi. 

3. Penguatan kapasitas kesiapsiagaan dan PRB, seperti pembangunan pusdalops, desa tangguh, peraturan, latihan, logistik, peralatan, renkon, pendidikan kebencanan. 

4. Pembangunan kemandirian industri kebencanaan, seperti industri instrumentasi, UKM. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?