• News

  • Nasional

Rentetan Hoaks Jelang Pilpres, JIMI: Siapa Biang Keroknya, Publik Sudah Cerdas

Aksi Jaringan Insan Muda Indonesia di Mabes Polri soal hoaks jelang Pilpres
NNC/Adiel Manafe
Aksi Jaringan Insan Muda Indonesia di Mabes Polri soal hoaks jelang Pilpres

JAKARTA, NNC - Sejumlah massa yang menamakan diri Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI), menyambangi Gedung Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan sekaligus memuji kinerja aparat kepolisian yang telah mengungkap kasus hoaks soal tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos untuk capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

JIMI memuji kinerja Polri menyusul  penetapan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka pembuat konten (kreator) dan pendengung (buzzer) berita bohong soal surat suara tercoblos itu.

Bagus Bawana yang menurut informasi merupakan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto itu, diciduk Bareskrim Polri di Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (7/1/2019).

"Polri jangan takut, rakyat dibelakangmu. Usut tuntas kasus hoaks di Republik ini," kata Kordinator aksi JIMI, Faris di depan Gedung Mabes Polri.

Pada kesempatan tersebut, Faris juga menyarankan agar para pelaku dan penyebar hoaks ini diberikan efek jera agar bisa menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali. 

Kendati demikian, lanjut Faris, masyarakat sudah semakin cerdas dengan permainan pihak yang sengaja membuat konten bohong jelang Pemilu ini.

"Hoaks Ratna Sarumpaet sudah, hoaks selang cuci darah sudah, kini hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, berikutnya apalagi coba? Publik kita sudah cerdas, siapa biang keroknya dibalik ini," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah diadu domba dengan beredarnya informasi yang belum jelas nilai kebenarannya dan tak disertai data. Selain itu, Faris mengaku kasihan jika pelaku ternyata tidak diakui sebagai bagian dari relawan paslon 02. 

"Kasihan benar, habis manis sepah dibuang. Sekelas pentolan relawan aja gak diakuin apalagi yang demen nyebarin hoaks terus ketangkap Polisi. 2018 isu gagal total kok 2019 diulangi lagi pakai isu hoaks, ada yang panik kayaknya takut kalah," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?