• News

  • Politik

Pengamat: Turbulensi PPP Bisa Berdampak Migrasinya Grassroot ke PKB

Romahumuziy, Ketum PPP yang terkena OTT KPK.
NNC/Anhar Rizki Affandi
Romahumuziy, Ketum PPP yang terkena OTT KPK.

JAKARTA, NNC - Pengamat politik Karyono Wibowo berpendapat, kasus suap yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) mengakibatkan terjadinya guncangan atau turbulensi politik partai berlambang Ka'bah itu.

Bahkan, lanjut Karyono, akibat dari turbulensi ini bisa menimbulkan kekecewaan kader akar rumput atau grassroot PPP, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka bakal migrasi ke partai politik lainnya.

"Kalau PPP semakin mengalami turbulensi dan akhirnya tidak lolos PT (parliamentary threshold sebesar 4 persen), kemungkinan pemilih PPP akan lari ke partai-partai lainnya," kata Karyono di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) ini, partai berbasis Islam yang diprediksi bakal menjadi pilihan akar rumput kader PPP jika terjadi turbulensi berkepanjangan di partai tersebut.

"Kemungkinan besar mereka akan memilih partai yang juga berbasis Islam agar sejalan dengan nafas perjuangan mereka," jelas Karyono.

Lantas, partai apa yang bakal menjadi labuhan kader PPP yang kecewa dengan kondisi partainya? "Kemungkinan banyak yang memilih ke PKB. Ya PBB juga mendekatilah. Kalau PAN dan PKS sepertinya kurang cocok dengan nafas PPP," pungkas Karyono.

Sebelumnya, Rommy terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019) pagi. Kemudian pada Sabtu (16/3/2019), KPK menetapkan Ketum PPP itu sebagai tersangka suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

Atas apa yang terjadi dengan Rommy, Dewan Pimpinan Pusat PPP meminta maaf kepada jajaran partai hingga masyarakat luas. "Kami memohon maaf kepada seluruh jajaran partai, para kader, konstituen, akar rumput PPP serta masyarakat luas. Kami memohon maaf atas peristiwa ini," kata Sekjen PPP, Arsul Sani di DPP PPP, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Selain meminta maaf, Arsul juga menghimbau kepada seluruh jajaran partai agar tetap solid meski PPP saat ini mengalami goncangan karena kasus yang menjerat Rommy.

"Kami meminta seluruh jajaran partai PPP untuk tetap solid tentu kami semua memahami bahwa ini musibah yang luar biasa besar," ujar Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu.

"Kami tentu akan sedikit banyak menghadapi turbulensi, apalagi akan menghadapi pemilu. Kalau jajaran solid, Insya Allah ini bisa kita jelaskan secara baik kepada masyarakat bahwa tidak ada kebijakan partai yang sifatnya melanggar hukum," ungkap Arsul.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?