• News

  • Nasional

Said Aqil Dilaporkan ke Polisi, Pengurus NU: Agama dan Negara Tidak Perlu Dipertentangkan

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.
NUKita
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan Robikin Emhas angkat bicara terkait informasi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang dilaporkan ke Polisi.

Ditegaskannya, bagi NU, agama dan negara tidak perlu dipertentangkan dan keduanya bisa saling mengisi, bisa harmonis. NU mengharmoniskannya dengan jargon hubbul wathon minal iman, nasionalisme adalah bagian dari agama.

Kata Robikin, Kiai Said Aqil, NU dan masyarakat layak terus mengkampanyekannya. Agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat diwujudkan bersama.

"Untuk kepentingan hal itu, kami semua, baik selaku warga maupun pengurus NU akan senantiasa berdiri di belakang Kiai Said Aqil," kata Robikin dalam keterangan tertulis yang Netralnews terima, Rabu (20/3/2019).

Ia mengaku baru membaca berita di media dan belum tahu persis apa materi laporan polisinya. Selain itu belum diketahui, apakah materi yang dilaporkan masuk dalam ranah kepemiluan atau jurnalistik.

"Dalam negara hukum, seluruh tindakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Apakah itu tindakan warga negara atau penyelenggara negara," sebutnya.

Menurut Robikin, Kepolisian sudah kredibel dan sudah profesional. Oleh karena laporannya disampaikan kepada kepolisian untuk percayakan kepada kepolisian.

"Apakah terdapat dua alat bukti yang sah agar laporan tersebut dapat ditindak-lanjuti atau tidak, kita lihat nanti," tegas Robikin.

Lebih lanjut, ia menyatakan, terkait adanya radikalisme yang ditandai sikap intoleran, berbagai hasil survey sudah melansir hal itu. Bahkan gamblang diketahui publik adanya kampanye khilafah yang cukup marak sebelum HTI badan hukumnya dicabut. Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial.

"Merupakan kewajiban segenap komponen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI, baik keutuhan teroterial, sumber daya alam maupun Budayanya. Khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara adalah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI," pungkasnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?