Selasa, 23 Mei 2017 | 00:21 WIB

  • News

  • Hiburan

Festival Film Perdamaian Hadir Kembali di Jakarta

Selasa, 13 September 2016 | 21:04 WIB
Pendiri dan Direktur IFFPIE, Damian Dematra (www.indonesianfilmcenter.com)
Pendiri dan Direktur IFFPIE, Damian Dematra (www.indonesianfilmcenter.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Festival Film Internasional untuk Perdamaian, Inspirasi, dan Kesetaraan (IFFPIE) akan hadir kembali di Jakarta dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Perdamaian Sedunia pada 21 September 2016.

Pendiri dan Direktur IFFPIE, Damien Dematra dalam penjelasan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/9/2016) mengemukakan, festival film tersebut merupakan sebuah festival film berskala internasional yang memfokuskan film-filmnya kepada tema-tema perdamaian, inspirasi dan kesetaraan.

"Hingga tahun ke-5 ini festival film tersebut telah menerima ribuan film dari seluruh dunia dan dianggap sebagai festival film perdamaian terbesar di dunia," kata Damien.

Menurut dia, tujuan utama IFFPIE adalah untuk mempromosikan karya-karya film yang dapat "mengubah" dunia, baik dalam skala kecil maupun besar.

IFFPIE pada 13 September 2016 juga mengumumkan nominasi film terbaiknya, antara lain "A Love Story" yang disutradarai Annina Roescheisen, "Hungry" disutradarai Illie Simon dan Thomas Simon, "Liberating a Continent: John Paul II and the Fall of Communism" disutradarai David Naglieri, dan "War & Peace" disutradarai Mojtaba Yari.

Film pendek karya sutradara asal Perancis, Annina Roescheisen "A Love Story" bersaing dengan film karya sineas asal Amerika Serikat, llie Simon dan Thomas Simon dengan filmnya, "Hungry". Film-film asal Lebanon, Polandia, Spanyol, dan AS juga ikut masuk nominasi.

"Pengumuman film terbaik dari festival film tentang perdamaian, inspirasi, dan kesetaraan ini akan dilakukan pada tanggal 19 September 2016," kata Damien.

Ia juga menjelaskan, festival film tersebut didukung oleh Dewan Kreatif Rakyat, Russian Culture Centre, World Film Council, i-Hebat International Volunteers, Film Festivals Alliance, Jaringan Bioskop XXI, dan Radio Republik Indonesia (RRI).

Damien Dematra sendiri adalah seorang novelis, sutradara, penulis skenario, produser, fotografer, dan pelukis. Ia telah menulis 101 novel dan buku dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 81 skenario film dan TV series, dan memproduksi 48 film dalam berbagai genre.

Sebagai senias, Damien dikenal lewat karya-karyanya, di antaranya Obama Anak Menteng, Si Anak Kampoeng, Dream Obama, L4 Lupus, Im Star, Captain Jihad, Obama and Me, Sehari Bersama Gus Dur, Lets Play, Ghost, Dorce Vs Hantu, Tears of Ghost, Dream, Angel, dan From Seoul To Jakarta.

Sebagai novelis, karya-karyanya telah melegenda dan menjadi best-seller, di antaranya Demi Allah, Aku Jadi Teroris, Sejuta Hati untuk Gus Dur, Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris, Mahaguru, King of the Sun: Majapahit, Gajah Mada, Ternyata Aku Sudah Islam, Si Anak Panah, Yogyakarta, dan Love Story.

Sebagai fotografer, ia memperoleh dua gelar tertinggi fotografi: Fellowship di bidang Portraiture dan Art Photography dari Master Photographer Association, dan berbagai penghargaan internasional, di antaranya International Master Photographer of the Year, dan Grand Award winner WPPI.

Sebagai pelukis, Damien Dematra telah menghasilkan ribuan karya lukis dan sketsa, di antaranya 365 lukisan yang diselesaikan dalam waktu satu tahun, dan telah melakukan empat kali pameran tunggal. Salah satu lukisannya tentang Obama telah diterima secara resmi oleh Presiden Barack Obama di White House.

Profil dan karya-karyanya telah diangkat oleh berbagai media internasional, di antaranya Time, CNN, The Wall Street Journal, BBC, AP, AFP, Reuters, USA Today, ABC, New York Times, Washington Post, Los Angeles Times, Channel News Asia, Al Jazeera TV, NHK Jepang, KBS, TV3 (Malaysia), dan Iran TV.

Editor : Sesmawati
Sumber : Antara

Apa Reaksi Anda?